You Are Enter To "The ZONE of CHANGE'S"

Every Thing's Can Be Change's, So You Can Be Change's Also
To Be The Best!

Perubahan Bukanlah Sesuatu Yang Mungkin Bagi Anda,
Perubahan Adalah Sesuatu Yang Pasti Dari Allah Untuk Anda!











Kamis, 24 Januari 2008

Terimalah Kesempatan Anda




Haleluya... Kalau kita berbicara tentang kesempatatan sepertinya tidak akan habis-habisnya. Kelihatan sekali dalam Alkitab ada banyak pembahasan tentang kesempatan. Dan memang inilah kehidupan sebenarnya, kita selalu diperhadapkan dengan berbagai kesempatan yang ditawarkan di depan mata kita. Ada kesempatan yang baik, ada juga kesempatan yang jahat yang ditawarkan bagi kita. Banyaknya kesempatan yang ditawarkan, seringkali membuat kita juga sulit bahkan bergumul untuk mengambil keputusan yang tepat bagi diri kita dan masa depan hidup kita. Bagaimanakah kita bisa mengambil keputusan yang tepat bagi sesuatu yang ditawarkan bagi kita? Bagaimanakah kita bisa tahu bahwa kesempatan itu harus kita terima, sementara kesempatan yang lainnya harus kita tolak? Kita masih menyoroti pembahasan ini dalam perumpamaan anak yang terhilang pada Lukas 15:10-25.


Menghargai kesempatan Anda sebagai seorang anak Allah
(band: Yohanes 1:12).

Dalam Lukas 15:11-14 kita menemukan adanya suatu kesempatan emas yang dimanfaatkan oleh seorang anak dari bapanya. Ia menyadari dirinya sebagai seorang anak dan ia mengetahui haknya sebagai seorang anak yaitu menerima warisan dari orang tuanya, yaitu bapanya. Namun, sangatlah disayangkan kesempatan emasnya sebagai seorang anak salah dimanfaatkan dengan baik. Bukan kesempatannya sebagai seorang anak yang salah, tetapi motivasinya dalam menggunakan kesempatan sebagai seorang anak yang tidak benar, sehingga membuat dia masuk dalam suatu masalah yang sangat besar, yaitu terjebak dalam kehidupan boros dan terperosok dalam jurang kemelaratan. Sang anak bungsu memanfaatkan kesempatannya sebagai seorang anak dengan menuntut haknya hanya untuk memuaskan keinginan individualis. Motivasinya adalah mengambil jatah haknya untuk memuaskan diriku dan memuaskan diriku sendiri. Inilah yang disebut dengan egosentris yaitu suatu keinginan untuk memuaskan diri sendiri. Tidak memperdulikan orang lain. Bahkan dalam mencari dan memuaskan diri sendiri tidak membuat banyak perhitungan. Yang penting ketawa hari ini, yang penting senang hari ini, yang penting puas hari ini, besoknya apa yang akan terjadi saya nda mau perduli!

Suatu kesempatan yang baik bila disertai dengan motivasi yang tidak benar akan merugikan diri Anda sendiri. Tidak merugikan orang lain, tetapi merugikan diri Anda sendiri! Jadi, suatu kesempatan baik harus disertai dengan motivasi yang benar dalam memanajemen kesempatan itu, bukan untuk kepuasan diri kita sendiri tetapi menjadi saluran berkat bagi orang lain juga. Karakter seorang anak Allah yang baik adalah menghargai otoritasnya sebagai seorang anak dan memiliki kemampuan untuk memanajemen berkat Allah yang dipercayakan baginya.


Memanfaatkan kesempatan Anda sebagai seorang anak
untuk memperbaiki diri.

Lukas 15:14 mengatakan, bahwa anak bungsu tersebut akhirnya melarat. Dalam situasi kemelaratan itu, dia menyadari dirinya membutuhkan sesuatu untuk melangsungkan kehidupannya. Ia kemudian bekerja di peternakan babi tetapi dia tidak menikmati hasil kerjanya. Dia masih kelaparan dan ingin memakan ampas makanan babi.

Inilah keadaan hidup orang yang tidak menghargai berkat sebagai seorang anak, walaupun dia bekerja tetapi tidak menikmati hasil kerjanya. Lukas 15:17 memberikan informasi bahwa anak bungsu itu akhirnya “menyadari keadaannya.” Kata “menyadari” berasal dari kata “heautou” (Yun.) Artinya melihat diri sendiri kemudian merenungkan keberadaan diri sendiri sehingga memiliki suatu konsep pengenalan diri yang benar. NKJV menuliskan, “But when he came to himself.” Anda dapat memanfaatkan kesempatan Anda sebagai seorang anak untuk memulihkan diri Anda, apabila Anda memberikan waktu untuk melihat diri Anda kembali, dan tetap menyadari diri Anda sebagai seorang anak! Roma 8:28 mengatakan, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Kata “segala sesuatu” dapat diartikan dengan “segala keadaan.” Allah dapat bekerja dalam segala keadaan untuk menolong (Yun: Sunergeo) kita. Apabila Anda tidak sanggup menyadari bahwa situasi yang buruk itu sementara dipakai Allah untuk mendatangkan kebaikan bagi Anda, maka Anda bisa kehilangan kesempatan untuk mengalami pemulihan diri sebagai seorang anak Allah. Inilah yang kita sebut kasih karunia Allah. Kita bahkan tidak memiliki kesadaran apapun untuk kembali kepada kasih Bapa Sorgawi dalam Tuhan Yesus Kristus. Kalau Anda melihat sekitar Anda, pasti Anda akan menemukan pada saat masalah datang bukannya kembali mendekatkan diri kepada Bapa Sorgawi melainkan sebaliknya bertindak sesuai dengan keinginan hati sendiri dan mencari solusi dengan cara sendiri, sehingga semakin jauh dari kasih Bapa (Adam & Hawa).


Memanfaatkan kesempatan apapun yang ada
untuk mendekatkan diri Anda dengan kasih Bapa .

Kesulitan yang dihadapi membuat anak yang sulung semakin dewasa! Ia berpikir panjang lebih dulu sebelum ia bertindak. Hal ini berbeda ketika ia menggunakan hak dari statusnya sebagai seorang anak untuk meminta jatah dari bapanya. Sikap tersebut menyatakan suatu keadaan yang dewasa secara biologis tetapi anak-anak secara psikologis. Lukas 15:17-18 mencatat perencanaan yang matang dari sang anak bungsu dan keputusan yang tepat yang telah dilakukannya. Ia tidak berpikir untuk menjadi seorang anak, ia berpikir yang penting aku kembali kerumah bapaku, yang penting aku ada di rumah bapaku sendiri, walaupun aku menjadi seorang pekerja tidak masalah. Yang penting aku ada di rumah bapaku sendiri dan bekerja bagi bapaku sendiri!

Dibalik pertimbangannya yang matang ia mengambil keputusan yang tepat untuk mengakui kesalahannya. Lukas 15:21 mencatat perkataan sang bungsu kepada bapanya: “Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.” Kalau dapat saya tambahkan untuk menjelaskan ungakapan hati sang bungsu, “aku kembali kepada bapa, bukan lagi untuk menjadi anak bapa tetapi buruh pekerja bapa. Aku tidak pantas lagi menajdi anak bapa, aku lebih layak menjadi seorang buruh pekerja.”

Kesulitan, masalah yang membuat Anda stress dan depresi dapat dipakai oleh Allah untuk mendewasakan Anda! Tantangan yang dihadapi Anda saat ini dapat menjadi suatu peluang yang baik bila Anda kembali kepada kasih Bapa di Sorga. Badai dan topan yang Anda hadapi dalam pergumulan hidupmu dapat menerbangkan Anda kepada kehidupan yang lebih baik bila Anda sadar bahwa Anda sudah berdosa dan bersalah, Anda tidak layak lagi menjadi anak Allah.

Terbuktilah kasih bapa bagi sang bungsu, ia bukannya diterima kembali sebagai seorang buruh pekerja dikasihi tetapi dia diterima kembali sebagai seorang anak bapa yang dikasihi.

Sahabatku, inilah kasih karunia Bapa Sorgawi, Anda dan saya ditemukan orang yang sudah membangkang akan kasih Bapa. Kita sendiri yang sudah melarikan diri jauh dari kasih Bapa Sorgawi, kita sendiri yang berontak, tetapi pada saat Roh Kudus membimbing kita hingga sadar akan semua salah dan dosa kita, itulah kesempatan emas yang terbaik untuk kita kembali dalam dekapan pelukan kasih Bapa. Jangan lewatkan kesempatan ini, jangan kehilangan kesempatan baik ini untuk kembali dalam dekapan kasih Bapa di Sorgawi.


Milikilah hati seorang anak, agar tidak kehilangan
semua kesempatan berkat yang telah disediakan
Bapa di Sorga bagi Anda.

Liburan ke Malang

Akhirnya... setelah sekian lama meninggalkan Malang, hari ini saya bisa kembali lagi ke kampus tercinta, STT Satyabhakti. Kunjungan kali ini lumayan menyenangkan. Saya dan teman2 lama bisa menikmati RW, STMJ, Roti Bakar, dll. wowww bener2 mengingatkan saya pada masa bujangan dulu. hahahahaha...


Beta deng Tommy Gaspersz yg baru saja menikah.





Keterbatasan Iblis


Mari kita renungkan mengenai kelemahan lawan kita, yaitu iblis. Ada suatu strategi militer yang mengatakan, “sebelum Anda memasuki daerah musuh untuk menyerangnya, lebih dulu Anda harus mengenal kekuatan dan kelemahan musuh Anda!” Saat ini kita sementara mempelajari kekuatan dan kelemahan musuh kita, yaitu iblis! Rasul Paulus menasehati Jemaat Efesus, ia mengatakan, “perjuangan kita bukan melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah, penguasa, penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara; alias iblis dan pengikutnya!” (Efesus 6:12)

2 Korintus 11:14 mengatakan, “Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.” Bisakah Anda membayangkan, bahwa iblispun memiliki strategi perang yang hebat. Dia tahu cara yang baik untuk masuk daerah lawan, yaitu menggunak strategi penyamaran. Lalu bagaimana caranya Anda dan saya mengetahuinya bila iblis telah menyamar memakai jubah dan rupa malaikat Terang? Dapatkah kita membedakannya? Dapatkah kita mengenalinya? Matius 12:33 Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya, strategi untuk menemukan identitas sebenarnya dari suatu bentuk penyamaran, yaitu “... Sebab dari buahnya pohon itu dikenal!” Ini merupakan cara yang jitu dan akurat untuk Anda mengenal dan membedakan serta menemukan penyamaran iblis, bahwa walaupun ia mengenakan jubah dan rupa Malaikat Terang tetapi iblis tetap tidak dapat berbuat baik! Dan walaupun ia kelihatan berbuat kebaikan tetapi iblis tidak dapat mengasihi dan mengampuni. Anda tidak lagi melihat iblis yang menampakkan wajah yang seram dan menakutkan, iblis akan kelihatan wajahnya cantik dan bermuka tampan serta berpakaian yang modis, namun Anda dapat mengenalinya dari cara kerjanya atau hasil kerjanya.

Saat ini terdengar banyak bentuk mujizat yang terjadi dengan berbagai macam cara di Pulau Ambon. Ada yang menyembuhkan orang menggunakan “Doa Bapa Kami”, yang lainnya menggunakan salah satu ayat dalam Alkitab, dan berbagai macam cara yang digunakan untuk memberikan bukti bahwa mujizat yang terjadi ini dari TUHAN. Namun dibalik semua metode tersebut ada cara-cara lain yang tanpa disadari oleh orang yang meminta kesembuhan atau petunjuk arah hidup, mereka memakai kekuatan leluhur atau moyang yang telah mati, dengan cara memanggil arwah mereka. Ada yang menggunakan cara mengorbankan binatang, menggunakan rokok dan sebagainya. Kadangkala orang yang datang meminta kesembuhan dan petunjuk jalan hidup bahkan meminta keberhasilan, mereka sudah tidak memperdulikan bentuk atau cara-cara yang digunakan atau syarat yang diminta. Mereka hanya pasrah yang penting tujuan tercapai! Dan kitapun harus mengakuinya ada yang meminta kesembuhan dan mereka disembuhkan, ada yang meminta petunjuk dan mereka menemukan arahan yang tepat, ada yang meminta keberhasilan masa depan dan mereka menikmati keberhasilan itu.

Dengan demikian kita harus menyadarinya, bahwa iblispun bisa menyembuhkan orang, iblis bisa memberikan keberhasilan sesuai keinginan kita, apatah lagi cuma memberikan petunjuk bagi masa depan Anda. Si jago penipu ini, sangat hebat dalam hal ini.

Kita juga sudah belajar tentang empat urutan prioritas ekspresi kasih, yaitu kasih kepada Allah, kasih kepada keluarga, kasih kepada Jemaat TUHAN, kasih kepada sesama manusia. Namun, bila Anda ingin mengetahui cara kerja iblis maka iblis akan mengarahkan Anda untuk hidup tidak mengasihi Allah dengan cara terus tidak taat kepada-Nya, terjadi perceraian dan tidak saling mengampuni, hidup dalam perselisihan dan tidak ada roh penundukan diri kepada pemimpin dalam jemaat TUHAN, hidup penuh dengan dendam dan tidak bisa saling menerima.

Yesus Kristus tahu betul cara untuk membedakan penyamaran iblis yang memakai jubah “Malaikat Terang”, yaitu hidup dalam kasih. Walaupun kelihatan hidup saling mengasihi tapi kasihnya tidak tulus dan penuh kemunafikan. Walaupun kelihatannya bisa hidup saling mengasihi tapi cara mengekspresikan kasihnya salah, dengan saling bertukar pasangan hidup. Sekemilau apapun kelihatannya jubah “Malaikat Terang” yang digunakan iblis tetap Anda akan melihat perbedaannya, dari hasil kerjanya.

Anda mungkin mengatakan saya sementara berpegang pada kebenaran Allah, kita harus hidup kudus dan bertobat sungguh tapi kalau Anda tidak bisa menerima orang berdosa bahkan membenci dan tidak mau bergaul dengan mereka, maka hidup Anda tidak ada bedanya dengan para ahli Taurat yang dikecam Yesus Kristus dalam Kitab Matius dengan kata-kata “Munafik”, “Penghalang orang ke Sorga!” dan “Orang celaka.” Memang benar kita harus terus hidup dalam kekudusan, memang benar kehidupan kita harus menunjukkan buah pertobatan, tapi kalau Anda tidak bisa hidup dalam kasih Allah dan saling mengampuni, tetapi sebaliknya terus hidup dalam dendam dan saling menghakimi, maka tetap saja ada jubah “Malaikat Terang” yang diberikan iblis sementara dikenakan pada Anda. Karena iblis tidak bisa hidup dalam kasih dan saling mengasihi serta saling mengampuni dan melupakan!

Pernah seorang kaya datang kepada Yesus Kristus dan bertanya, bagaimanakah caranya supaya dia masuk surga. Dan Yesus mengatakan, lakukanlah Hukum Taurat, lalu ia mengatakan semuanya sudah dilakukan. Kemudian Yesus mengatakan, bagikanlah seluruh hartamu kepada orang miskin dan ikutlah Aku. Ternyata pemuda kaya tersebut tidak bisa melakukannya. Inilah perbedaannya, bentuk penyamaran jubah iblis, seolah melakukan Firman Allah tapi tidak bisa hidup saling mengasihi. “Bagikan harta bagi orang miskin” berarti mengasihi sesama manusia, “Ikutlah Aku” berarti mengasihi TUHAN. Kasih... Kasih... Kasih... Iblis tidak bisa hidup dalam kasih, walaupun kelihatannya dia sudah melakukan Firman Allah!

Para ahli Taurat menyangka Yesus Kristus datang untuk meniadakan Hukum Taurat, tapi Yesus Kristus mengatakan, justru Dia datang untuk menggenapinya (Matius 5:17). Dan cara Yesus Kristus menggenapi Hukum Taurat adalah Dia hidup dalam Kasih Allah dan menyatakan Kasih Allah. Iblis tidak bisa melakukan hal ini. Ahli Taurat datang dengan seorang perempuan berzinah dan meminta Yesus Kristus melakukan Hukum Taurat, yaitu melempar perempuan berzinah itu sampai mati. Tapi justru Yesus tidak melemparinya dengan batu dan mengatakan, “Dosamu telah diampuni, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi!” Inilah “Malaikat Terang” yang sebenarnya, yaitu hidup menyatakan Kasih Allah dalam pengampunan, bukan menghakimi.

Dalam Keluaran 20:3-17 menulis sepuluh Hukum Taurat, dan Yesus mengatakan dalam Matius 22:37-38, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.” Dan ayat 39 mengatakan, “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Rasul Paulus mengatakan dalam Roma 13:8b “Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. “

Sahabatku, saat ini Anda dan saya hidup bukan lagi di bawah Hukum Taurat tapi di bawah Hukum Kasih Karunia Allah dalam Tuhan Yesus Kristus. Jadi, hiduplah saling mengasihi dan tetap mengasihi dengan hati yang tulus bukan dengan kepura-puraan.


“Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini,
yaitu Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”
Galatia 5:14

Mencari Dan Menyelamatkan Yang Terhilang

Lukas 19:10 mencatat perkataan Yesus Kristus, Ia mengatakan, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang!” Kita semua yang menjadi pengikut Yesus Kristus, pasti akan mengakui bahwa Yesus yang kita sembah adalah Allah. Yohanes 1:1 memberikan pernyataan, bahwa Yesus adalah Firman dan Firman itu adalah Allah. Namun, setelah keselamatan terjadi bagi Zakeus si pemungut cukai, Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai “Anak Manusia.” Jadi, ini adalah suatu fakta, bahwa Yesus adalah Allah dan Yesus adalah manusia, artinya Yesus adalah Allah yang menjadi manusia yang memiliki tubuh sama seperti Anda dan saya. Suatu penyataan diri yang sangat luar biasa dan sulit diterima dan dipahami secara rasionalis karena Yesus tidak memperkenalkan diri-Nya sebagai “Anak Allah” yang mencari dan menyelamatkan yang terhilang tetapi “Anak Manusia” yang mencari dan menyelamatkan yang terhilang!

Sebenarnya, inilah Kasih Karunia Allah! Dalam masa Perjanjian Lama, Allah berusaha untuk menyelamatkan manusia secara langsung tanpa pengantara. Terbukti pada saat manusia pertama jatuh dalam dosa, Allah sendirilah yang bertindah mencari manusia di Taman Eden, Allah sendiri juga yang menyediakan pakaian dari kulit binatang sebagai tanda rancangan keselamatan manusia melalui korban darah. Tetapi Kejadian 3:23-24 memberikan informasi, bahwa manusia telah diusir keluar dari Taman Eden, tempat dimana mereka dapat berkomunikasi dan berhubungan langsung dengan Allah dan tempat dimana Allah langsung bertindak mencari dan menyelamatkan mereka. Sejak saat itu Allah menggunakan pengantara agar manusia dapat berhubungan kembali dengan Allah. Beberapa pengantara yang digunakan adalah korban binatang, Allah ber-Firman, Malaikat Tuhan, para Nabi, Raja-raja dan para Imam. Penyataan diri Allah sudah tidak secara langsung; Abraham bertemu dengan Melkisedek, Yakub bergulat dengan Malaikat Tuhan, Musa melihat semak belukar duri yang menyala, Tongkat Musa, Tabut Perjanjian, Israel dituntun oleh Tiang Awan dan Tiang Api, dsb.

Tetapi saat Firman menjadi Manusia, saat Roh Allah menjadi Daging, saat yang tidak dapat dilihat dan tidak dijamah menyatakan mengambil rupa dan bentuk untuk dapat dilihat dan dijamah, maka Allah sudah tidak lagi memakai pengantara untuk menyelamatkan manusia dan Allah sudah tidak lagi menyatakan diri secara tidak langsung! Karena pada saat Yesus yang adalah Firman menjadi manusia, pada saat Yesus adalah Roh Allah menjadi daging, pada saat Allah yang tidak dapat dilihat dan tidak dapat dijamah mengambil rupa dan bentuk manusia dalam Yesus Kristus sehingga kita dapat melihat kuasa Allah dan mengalami jamahan kasih-Nya, maka Allah sudah berkarya langung untuk mencari dan menyelamatkan manusia.

Inilah Kasih Karunia Allah yang sangat luar biasa bagi Anda dan saya, bukan kita yang mencari Allah untuk keselamatan hidup kita manusia, tetapi Allah yang mencari dan menyelamatkan kita! Kebenaran ini ditegaskan oleh Yesus Kristus ketika keselamatan datang bagi Zakeus.

Yesus mengatakan, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang.” Rasul Paulus memberikan kesaksian berdasarkan pewahyuan Roh Kudus kepada Jemaat di Filipi (2:6-7), ia mengatakan, “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai miliki yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”

Apabila Allah tidak menjadi manusia maka Anda dan saya ibarat mayat yang berjalan, kelihatan kita memiliki kehidupan di dunia yang sementara tetapi dalam kekekalan kita orang yang binasa dalam lautan api. Bila Allah tidak menjadi manusia dan mati di atas tiang kayu salib maka keturunan manusia dilahirkan hanya untuk memenuhi neraka. Namun, bersyukurlah kepada Allah karena Ia telah bertindak secara langsung menjadi manusia untuk mencari kita yang binasa dan menemukan kita serta menyelamatkan kita. Haleluya...

Anda perlu menyadari akan hal ini, bukan Anda yang mencari Allah tetapi Allah yang mencari Anda lebih dulu! Manusia yang sudah jatuh dalam dosa dikuasai oleh iblis dengan roh ketakutan dan roh yang tidak bertanggung jawab. Dan lebih parah lagi iblis akan mengintimidasinya dengan rasa bersalah yang sangat dalam, sehingga orang tersebut tidak lagi bergairah hidup bahkan sudah pasrah untuk menjadi orang yang binasa. Dampak pengaruh dosa sangat jelas ditemukan pada Adam dan Hawa, mereka langsung menyembunyikan diri mereka (Kejadian 3:8-10). Dan inilah fenomena manusia yang ada dalam dosa, yaitu menyembunyikan diri. Bukannya kita yang berdosa mencari Allah tetapi kita menyembunyikan diri dari Allah, padahal Allah sudah memanggil nama kita. Inilah kenyataannya bukan Anda yang mencari Allah tetapi Allah yang mencari Anda!

Tidak ada alasan apapun untuk Anda menyombongkan diri, bahwa Anda dilahirkan dalam keluarga atau rumah tangga Kristen maka Anda diselamatkan. Bila Allah tidak mencari Anda maka Andapun binasa dengan kekristenan Anda! Sadarlah Allah tidak mencari Agama Anda Kristen atau mencari Agama non Kristen, yang Allah cari adalah orang yang berdosa, yang Allah cari adalah orang yang tersesat dan binasa kehidupannya! Bila Anda berpikir bahwa Anda selamat karena Anda beragama Kristen maka sebenarnya Anda sementara menyembunyikan dosa-dosa Anda di balik “pohon kekritenan” Anda!

Suatu ketika Reinhard Bonnke bersama istri dan anak mereka pergi berbelanja di suatu tempat. Ketika mereka berdua sibuk berbelanja, anak yang mereka bawa tiba-tiba hilang entah kemana. Mereka-pun berteriak sekuat-kuatnya memanggil nama anak mereka sambil menoleh kepala kekiri dan kekanan untuk mencari anak mereka. Reinhard tiba-tiba berpikir untuk pergi ke kantor polisi dan melaporkan peristiwa tersebut. Ketika mereka sampai di kantor polisi, mereka kaget, karena ternyata anak mereka ada di kantor polisi tersebut, sementara menikmati permen yang diberikan anggota polisi. Setelah di sapa papanya, sang anak hanya menoleh kepala sambil menyapa “Hi dady” tetapi dia tetap ditempat duduknya sambil menikmati permen.

Inilah faktanya sahabatku, bukan kita yang merasa kehilangan Allah, tetapi Allah yang kehilangan kita! Dan bukan kita yang mencari Allah, bahkan sebaliknya kadang kala kita malah lebih ingin tinggal duduk dan menikmati dosa, tetapi Allah yang mencari kita dan berusaha menyelamatkan kita! Kata “mencari” berasal dari akar kata Yunani “Zeteo” yang memiliki pengertian “Adanya suatu usaha secara khusus yang dimotivasi dari keinginan hati yang kuat untuk menemukan sesuatu yang hilang.” Ingatlah akan hal ini, Allah memiliki keinginan hati yang kuat untuk mencari Anda secara khusus! Ia tidak mencari orang lain, Ia mencari Anda, Ia tidak memanggil nama orang lain, Ia memanggil nama Anda. Allah saat ini memiliki perhatian secara khusus hanya bagi hidup Anda! Janganlah sembunyikan diri Anda ditengah rindangnya pohon kenikmatan duniawi, janganlah sembunyikan diri Anda diantara pohon agamawi. Tetapi nyatakanlah dirimu, “disini aku Tuhan, aku bersembunyi dari-Mu, karena aku telah berbuat dosa!” Lihatlah, Allah tidak lagi menyediakan pakaian dari kulit binatang bagimu, tetapi Allah sendiri telah mengorbankan diri-Nya dalam Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu! Darah Anak Domba Allah, yang membungkusi ketelanjanganmu akibat dosa. Haleluya!



Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan
Oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi
Pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu;
Jangan ada orang yang memegahkan diri!

Efesus 2:8-9

Blog Baru

Akhirnya... saya bisa memulai sebuah blog sendiri. Semoga tool ini dapat menjadi berkat bagi banyak orang di seluruh dunia. PRAISE THE LORD!!!

Where are you?

My World Visitor Profile Map