You Are Enter To "The ZONE of CHANGE'S"

Every Thing's Can Be Change's, So You Can Be Change's Also
To Be The Best!

Perubahan Bukanlah Sesuatu Yang Mungkin Bagi Anda,
Perubahan Adalah Sesuatu Yang Pasti Dari Allah Untuk Anda!











Kamis, 04 September 2008

The Power of Ministry.


Umat yang telah Ku-bentuk bagi-Ku akan Memberitakan kemasyuran-Ku.
Yesaya 43:21

This people have I formed for myself; they shall shew forth my praise (mereka akan pergi menyatakan pujianku).
Isa. 43:21



Sebenarnya konsep “melayani” merupakan suatu konsep yang sama sekali tidak lagi diminati oleh banyak orang. Kecendrungan manusia akhir zaman adalah dilayani bukan melayani! Dalam era globalisasi yang menawarkan kecanggihan teknologi komputerisasi dan teknologi digital, atau teknologi komunikasi, tanpa disadari telah menciptakan karakteristik manusia akhir zaman yang dipenuhi dengan kenyamanan atau yang saya istilahkan dengan “Orang-orang Nyaman”. Kenyamanan kehidupan menstimulasi eksitensi manusia untuk menjadi manusia yang dilayani keinginannya, dan hal ini akan memberi peluang besar untuk menciptakan manusia egosentris atau “Orang-orang yang berpusat pada diri sendiri”. Dan inilah karakteristik manusia akhir zaman, yaitu manusia yang hanya ingin hidup nyaman dengan cara memuaskan keinginannya.

Itulah sebabnya dalam pandangan profetis Yesus Kristus mengatakan, bahwa diakhir zaman kasih banyak orang akan makin berkurang! Bila kasih berkurang sampai tidak ada lagi kasih maka pelayananpun berkurang sampai tidak ada pelayanan lagi! Karena pelayanan sangat berhubungan erat dengan kasih!

Tetapi saya percaya kita semua yang mengikuti Youth Camp 2008 GSSJA Maluku, telah dipersiapkan menjadi Generasi Baru Yang Berkemenangan Dalam Tuhan Yesus Kristus, yang telah dipenuhi dengan kasih TUHAN untuk siap masuk dalam realitas kehidupan untuk menyatakan kemasyuran TUHAN. Amin! HALELUYA. Dan saya percaya dari tema utama kita dalam Youth Camp 2008, yaitu “The Power of Minstry” akan menghasilkan atau menciptakan suatu generasi baru yang siap melayani TUHAN!

Bagaimanakah konsep pelayanan memiliki suatu pengaruh yang besar kekuatan kuasanya untuk mengarahkan kehidupan kita untuk melayani TUHAN?

Ada sebuah buku yang berjudul “Mind Power” memberikan informasi konkrit bagaimana kekuatan dari pikiran manusia yang memiliki pengaruh yang sangat besar untu mengarahkan jalan kehidupan manusia. Itulah sebabnya saya berpendapat, bahwa kita akan mengalami suatu kekuatan kuasa dari pelayanan apabila kita membangun suatu paradigma yang benar akan pelayanan dan memiliki perspektif yang alkitabiah akan pelayanan.

Perpektif Alkitab akan pelayanan adalah kehidupan! Atau dapat saya katakan, bahwa kehidupan adalah pelayanan (Life is a ministry) dan pelayanan adalah kehidupan (Ministry is a life). Menyadari akan keberadaan manusia baru dari kehidupan Rasul Paulus, ia mengatakan, “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku!I am crucified with Christ: neverthless I live; yet not I, but Christ liveth in me: and the life which I now live in the flesh I live by the faith of the Son of God, who loved me, and gave himself for me. (Galatia 2:20) Dengan kata lain Paulus sementara menegaskan, bahwa kehidupannya ada hanya untuk melayani Yesus Kristus (Life is a ministry), dan ia menemukan realistas kehidupan yang sebenarnya ada pada saat dia melayani Yesus Kristus! (Ministry is a life). Begitu banyak orang yang mengatakan, aku menemukan kehidupanku pada saat aku menjadi seorang boss, seorang raja atau ratu, seorang pemimpin hebat dan kaya raya, sehingga ada banyak orang datang memberikan pujian bagiku dan melayaniku! Ada banyak orang yang menemukan kehidupannya pada saat ia melayani dirinya sendiri dengan bekerja keras dan mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya sampai ia melupakan TUHAN Sang Pemberi Kehidupan dan Keselamatan serta berkat! Tetapi berbeda dengan Paulus, bahwa ia menyadari kehidupannya telah dibentuk oleh TUHAN ada dimuka bumi ini untuk melayani TUHAN, dan ia menemukan kehidupannya yang sesungguhnya pada saat ia hidup melayani TUHAN!

Kita semua dirancang secara unik, atau “dibentuk” untuk melakukan sesuatu hal tertentu. Sebelum TUHAN menciptakan Anda, dia memutuskan peran apa yang Dia inginkan Anda mainkan di dunia. Allah merencanakan dengan persis bagaimana Dia ingin Anda melayani Dia, dan selanjutkan Dia membentuk Anda untuk tugas-tugas tertentu. Anda ada sebagaimana adanya Anda karena Anda dijadikan untuk suatu pelayanan khusus. Efesus 2:10 mengatakan, “ Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik." Kata “buatan” berasal dari kata “Poiema” yang artinya “buatan tangan”. Anda dan saya tidak dijadikan dalam sebuah cetakan pabrik yang menghasilkan produksi yang bentuknya sama dan banyak, tetapi kita dijadikan unik dan tidak ada duanya yang dibuat oleh Tangan Allah sendiri! (Handmade by God!)

Kejadian 1:2 menjelaskan keadaan bumi yang belum berbentuk (without form) dan kosong (void) dengan menggunakan kata “Tohuw wa Bohuw” yang menerangkan suatu keadaan yang:
1. Kacau balau (Seluruh sistem hidup terjadi kekacauan atau tidak terarah).
2. Gersang (Keadaan yang tidak menghasilkan apa-apa atau kekeringan / tidak produktif).
3. Sia-sia (Sudah melakukan suatu tindakan tetapi tindakan tersebut tidak berguna apa-apa).
4. Gagal (Sudah melakukan sesuatu tetapi terus tidak berhasil dan dirasakan berulang-ulang).
5. Pemborosan atau pembuangan (Hidup boros dan dikuasai oleh uang).
6. Hampa (Hidup dijalani terasa sendiri dan tanpa harapan).

Keadaan bumi berikutnya dikatakan dalam kegelapan, yang ditulis menggunakan kata “choshek”. Kata “choshek” ini menerangkan keadaan bumi:
1. Penderitaan.
2. Kelemahan.
3. Kematian.
4. Kesengsaraan.
Choshek sementara menyatakan keadaan manusia yang harus selalu bergantung penuh kepada Allah untuk mengalami suatu pemulihan hidup secara berkesinambungan sampai kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dua kalinya.

Elohim sementara mengamati keadaan bumi yang “Tohuw wa bohuw wa choshek”, karena pada kalimat selanjutnya mengatakan “Roh Elohim” (Ruwach Elohim) sementara bergerak di atas permukaan air (Rachaph al-payim hamayim). Pada saat itulah munculah visi Elohim untuk menjadikan segala sesuatu menjadi “Towb” atau menjadi sangat amat baik (Kej.1:10, 25; 31), “More than Best”. Dan pada saat Ruwach Elohim Nibaa (Naw-baw) atau Roh Elohim berfirman maka semua keadaan bumi yang “Tohuw wa Bohuw wa Choshek” mengalami transformasi (perubahan bentuk, sifat, dan fungsi) menjadi “Towb” atau “sangat amat baik” (More than best).

TUHAN telah membentuk kehidupan Anda menjadi kehidupan yang “Towb” atau “More than best!” atau “sangat amat baik!” Amin!! TUHAN tidak pernah salah ketika Ia membentuk kita dalam kandungan ibu kita masing-masing! Dalam perenungan kehidupannya raja Daud, ia mengatakan dalam Mazmur 139:14-16Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Dan Anda dijadikan untuk melayani TUHAN dengan keunikkan yang Anda miliki! Kata “bentuk” dalam bahasa Inggris ditulis “SHAPE

Kapanpun TUHAN memberi kita sebuah tugas, Dia selalu memperlengkapi kita dengan apa yang kita butuhkan untuk menyelesaikannya. Kombinasi kemampuan yang memiliki tujuan ini disebut SHAPE (bentuk) Anda: Spiritual gifts (karunia rohani; Efs.4; Rom.12; 1Kor.12.), Heart (Hati; Efs.6:6-7), Abilities (Kemampuan), Personality (Kepribadian. Karakter mengimbangi karunia), Experiance (Pengalaman pribadi dengan TUHAN).


Bagaimakah kita memulai suatu pelayanan?

Hal yang pertama untuk kita memulai pelayanan adalah kita mempersiapkan diri kita lebih dulu untuk melayani TUHAN secara pribadi! Bentuk pelayanan pribadi kita kepada TUHAN adalah penyerahan diri kita secara total yang dinyatakan melalui membaca Alkitab secara teratur, membangun mesbah doa, dan memiliki hati yang selalu suka untuk memuji dan menyembah-Nya!

Lukas 9:23 (New Century Version)
Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus meninggalkan
Hal-halyang ia inginkan. Ia harus bersedia menyerahkan hidupnya setiap hari
Untuk mengikuti Aku.


Berserah Diri Bukanlah Cara Terbaik Untuk Hidup;
Berserah Diri Ialah Satu-Satunya Cara Untuk Hidup !

Dalam perjalanan misi pelayanan Yesus Kristus di bumi ini, ia pernah berada di sebuah rumah bersama dengan Marta dan Maria. Ketika Ia datang, ada seorang perempuan yang bernama Marta yang sibuk melayani orang lain, sementara saudaranya Maria duduk dekat kaki TUHAN dan mendengarkan perkataan-Nya. Melihat perbautan tersebut Marta kemudian berkata kepada Yesus Kristus dalam Lukas 10:40, “sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Dalam ayat 41-42 mencatat jawaban Yesus Kristus terhadap permintaan Marta, “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.



Bagaimanakah sikap dan cara berpikir dari seorang pelayan TUHAN yang mau memberitakan kemasyuran TUHAN?

Pelayanan berawal dari dalam pikiran Anda. TUHAN selalu lebih tertarik pada mengapa kita mengerjakan sesuatu ketimbang pada apa yang kita kerjakan. Sikap lebih berarti daripada pencapaian. Ada lima sikap cara berpikir pelayan TUHAN yang sejati:

Lima Sikap Pikiran Pelayan Sejati.
Pertama, Memikirkan orang lain daripada diri mereka sendiri.
Inilah kerendahan hati yang sejati: bukan menganggap diri kita kurang, melainkan kurang memikirkan diri kita sendiri. Paulus berkata, “Lupakanlah dirimu cukup lama guna memberi bantuan.” (Filipi 2:4 Msg)

Yesus “telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba.” (Filipi 2:7) Kapankah kali terakhir Anda mengosongkan diri Anda sendiri demi kebaikan orang lain? Anda tidak bisa menjadi seorang pelayan jika Anda penuh dengan diri Anda sendiri. Hanya bila kita melupakan diri kita sendiri barulah kita melakukan hal-hal yang layak untuk diingat.

Kedua, Berpikir seperti penatalayan bukan pemilik.
Dalam Alkitab seorang penatalayan ialah seorang hamba yang dipercayai untuk mengelola harta. Yusuf merupakan jenis hamba ini sebagai seorang tawanan di Mesir. Potifar mempercayakan rumahnya kepada Yusuf, kemudian kepala penjara mempercayakan urusan penjaranya kepada Yusuf. Akhirnya Firaun mempercayakan keseluruhan bangsa itu kepadanya. Keadaan sebagai hamba dan penatalayan berjalan bersamaan; “Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.”
(1 Korintus 4:1-2). Bagaimana Anda mengurus sumber daya yang telah TUHAN percayakan bagi Anda? Yesus pernah berkata dalam Lukas 16:13 “Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan... Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Yesus mengatakan, “Kamu tidak dapat” Dia tidak mengatakan, “Kamu seharunya tidak.” Ini berarti mustahil dan tidak mungkin. Hidup untuk pelayanan dan hidup untuk uang sama-sama merupakan tujuan yang eksklusif. Manakah yang Anda akan pilih? Uang memiliki potensi besar untuk menggantikan TUHAN dalam kehidupan Anda. Banyak orang tidak mau melayani karena faktor materialisme ketimbang karena hal lainnya.

Mereka berkata, “Setelah saya mencapai sasaran-sasaran keuangan saya, saya akan melayani TUHAN.” Ini merupakan keputusan bodoh yang akan mereka sesali selamanya. Bila Yesus menjadi Tuan Anda, uang melayani Anda, tetapi jika uang menjadi tuan Anda, maka Anda menjadi budak uang. Kekayaan tentu bukanlah dosa, tetapi gagal memanfaatkannya bagi kemuliaan TUHAN adalah dosa. Cara Anda mengelola uang dan kekayaan Anda, mempengaruhi seberapa banyak TUHAN bisa memberkati kehidupan Anda.

Ketiga, berpikir tentang pekerjaan mereka bukan pekerjaan orang lain. Mereka tidak membandingkan-bandingkan, mengkritik, atau bersaing dengan pelayan atau pekerja pelayanan lainnya. Mereka terlalu sibuk melakukan pekerjaan yang telah TUHAN berikan kepada mereka. Dalam Galatia 5:26 (Msg) Paulus mengatakan, “Kita tidak akan membanding-bandingkan diri kita sendiri dengan orang lain seolah-olah salah satu dari kita lebih baik dan yang lainnya lebih buruk. Kita memiliki hal-hal yang jauh lebih menarik untuk dikerjakan dengan kehidupan kita. Kita masing-masing tidak ada duanya.” Pelayan sejati tidak mengeluh tentang ketidakadilan, tidak memiliki kelompok yang mengasihani diri sendiri, dan tidak membenci mereka yang tidak melayani. Mereka hanya mempercayai TUHAN dan tetap melayani. Tugas kita bukanlah menilai pelayan-pelayan TUHAN lainnya. Rasul Paulus menasehati Jemaat TUHAN di Roma (14:4), “Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.

Keempat, Pelayan mendasarkan identitas mereka di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Mereka selalu mengembangkan pikiran bahwa mereka dikasihi dan diterima karena kasih karunia, para pelayan tidak harus membuktikan kelayakan mereka. Mereka dengan rela menerima pekerjaan-pekerjaan yang oleh orang-orang yang kurang percaya diri dianggap “tidak pantas” untuk mereka kerjakan. Tindakkan Yesus Kristus membasuh kaki para murid-Nya sama dengan tindakan untuk menyemir sepatu, namun Yesus tetap tahu siapa diri-Nya sehingga tindakkan tersebut tidak mengancam citra diri-Nya. Yohanes 13:3-5 mengatakan, “Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Kelima, memikirkan pelayanan sebagai sebuah kesempatan, bukan sebuah kewajiban.
Mereka senang menolong orang, memenuhi kebutuhan-kebutuhan, dan mengerjakan pelayanan. Mereka “melayani TUHAN dengan sukacita.” (Mazmur 100:2 KJV) Mengapa mereka melayani dengan sukacita? Karena mereka mengasihi TUHAN, mereka bersyukur atas kasih karunia-Nya, mereka tahu bahwa melayani merupakan pemanfaatan tertinggi dari kehidupan, dan mereka tahu bahwa TUHAN telah menjanjikan satu pahala. Yesus berjanji dalam Yohanes 12:26 (Msg)Bapa akan menghormati dan memberi upah kepada orang yang melayani Aku.” Paulus mengatakan dalam Ibrani 6:10 (BIS)Ia tidak melupakan apa yang kalian kerjakan bagi-Nya, dan kasih yang kalian tunjukkan kepada-Nya sewaktu menolong saudara-saudara seiman, dahulu dan sekarang.” Bersediakah Anda mulai berpikir dan bertindak sebagai seorang pelayan TUHAN dalam seluruh bidang hidup Anda? Alsbert Schweitzer berkata, “Mereka yang benar-benar berbahagia hanyalah mereka yang telah belajar bagaimana melayani.


Berpikirlah mengenai dirimu sama seperti pikiran
Yesus Kristus tentang Diri-Nya.
Filipi 2:5 (Msg)



Seperti apakah tindakkan yang tepat dari seorang pelayan dalam aplikasi pelayanan tersebut?

Kita melayani Allah dengan melayani orang lain. Dunia mendefinisikan kebesaran dari segi kuasa, harta, martabat, dan kedudukan. Jika Anda bisa menuntut pelayanan dari orang lain berarti, Anda telah mencapai keberhasilan. Dan dalam budaya melayani diri sendiri sekarang ini dengan mentalitas saya dulu, bertindak seperti seorang pelayan bukanlah sebuah konsep populer.

Paradigma kebesaran atau popularitas yang berbeda sekali dengan pikiran Yesus Kristus, menganggap kebesaran dari segi pelayanan. Allah menentukan kebesaran berdasarkan banyaknya orang yang Anda layani, bukan banyaknya orang yang melayani Anda. Tidak ada talenta atau karunia khusus yang dibutuhkan untuk tetap tinggal setelah sebuah pertemuan guna membersihkan sampah atau membereskan kursi. Semua orang bisa menjadi pelayan. Satu-satunya hal yang dibutuhkan ialah karakter.

Anda bisa saja menjadi seorang Penatua atau Diaken maupun koordinator pelayanan sel dan Pendeta, yang merupakan jabatan dan status dalam pelayanan Tubuh Kristus, namun belum tentu Anda memiliki hati pelayan. Bagaimana Anda bisa tahu bahwa Anda memiliki hati seorang pelayan? Yesus memberikan jawaban-Nya dalam Matius 7:6 (BIS), “Kalian akan mengenal mereka dari hasil perbuatannya.”

Tindakkan Seorang Pelayan Sejati.

Pelayan sejati memberikan diri mereka untuk melayani.
Mereka selalu siap melayani pada saat dipanggil. Seperti halnya tentara, seorang pelayan harus selalu siap untuk tugas: “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” (2 Timotius 2:4 AITB) Seorang pelayan sejati melakukan apa yang diperlukan, bahkan ketika rasanya tidak nyaman. Sebagai seorang pelayan Anda tidak bisa memilih-milih kapan atau di mana Anda akan melayani. Menjadi seorang pelayan berarti menyerahkan hak Anda dan mengizinkan TUHAN menyela jadwal kegitanan Anda kapan saja Dia membutuhkan Anda.

Pelayan-pelayan sejati memperhatikan kebutuhan.
Para pelayan selalu siap sedia untuk berbagai cara menolong orang lain. Ketika mereka melihat sebuah kebutuhan, mereka memanfaatkan saat tersebut untuk memenuhinya, sama seperti Galatia 6:10 katakan, “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” Bila TUHAN menempatkan seseorang yang membutuhkan pertolongan tepat di depan Anda, berarti TUHAN sedang memberi Anda kesempatan untuk bertumbuh di dalam pelayanan.

Amsal 3:28 (BIS) mengatakan, “Janganlah menyuruh sesamamu menunggu sampai besok, kalau pada saat ini juga engkau dapat menolongnya.Moto dari John Wesley ialah “Kerjakan semua hal baik yang Anda bisa, dengan semua sarana yang Anda bisa, dengan semua cara yang Anda bisa, di semua tempat yang Anda bisa, pada semua waktu yang Anda bisa, kepada semua orang yang Anda bisa, sepanjang Anda bisa.Itulah kebesaran.

1 Korintus 14:20 mengatakan, “Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah... orang dewasa dalam pemikiranmu!” Anak-anak hanya memikirkan diri mereka sendiri tetapi orang dewasa memikirkan orang lain. TUHAN berfirman dalam Filipi 2:4, “Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Memang sulit untuk mulai tidak berpikir kenyamanan diri kita dan belajar mengalihkan perhatian kita untuk memikirkan kebaikan orang lain.

Pelayan-pelayan sejati melakukan yang terbaik dengan apa yang
mereka miliki.
Para pelayan tidak mencari-cari alasan, menunda atau menunggu keadaan yagn lebih baik. Para pelayan tidk pernah berkata, “Nanti suatu hari” atau “Bila waktunya tepat.” Mereka melakukan saja apa yang perlu dilakukan. Pengkhotbah 11:4 (BIS) mengatakan, “Siapa menunggu sampai angin dan cuaca sempurna, tak akan menanam dan tidak pula memetik hasilnya.” Pelayanan yang kurang sempurna selalu lebih baik daripada rencana terbaik yang tidak dilaksanakan. Salah satu alasan utama dan banyak digunakan untuk menghindari pelayanan adalah mereka takut mereka tidak cukup baik untuk melayani. Beberapa gereja mendorong mitos “kesempurnaan” sebagai sebuah idola yang membuat orang lain takut untuk melayani. Dan menyebarkan kebohongan, bahwa yang melayani hanyalah orang-orang yang sempurna tanpa masalah hidup. Lebih baik Anda mengembangkan prinsip cukup baik.

Pelayan-pelayan sejati mengerjakan setiap tugas dengan dedikasi yang
sama.
Apapun yang mereka kerjakan, para pelayan “mengerjakan dengan sepenuh hati.” (Kolose 3:23 BIS) Dalam Kitab Galatia 6:3 (NLT) mengatakan, “Jika kamu mengira kamu terlalu penting untuk menolong seseorang yang membutuhkan, kamu hanyalah menipu dirimu sendiri. Kamu bahkan bukan siapa-siapa.” Yesus Kristus sendiri pernah membasuh khaki,menolong anak kecil, membjuat sarapan, dan melayani orang-orang kusta. Paulus pernah mengumpulkan kayu bakar untuk membuat api unggun ketika kapal mereka karam disebuah pulau. Tidak ada tugas yang tidak pantas untuk Anda kerjakan ketika Anda memiliki hati pelayan dalam diri Anda.

Kesempatan-kesempatan besar sering menyamar di dalam tugas kecil. Hal-hal kecil menentukan hal-hal yang besar. Sebelum Anda melakukan hal yang luar biasa janganlah takut untuk memulai melayani dengan cara yang biasa. Bahkan pelayanan yang sangat kecil seperti yang dikatan oleh Yesus Kristus, “Dan jika, sebagai wakil-Ku, kalian memberikan hanya secangkir air putih sekalipun kepada seorang anak kecil, maka pasti akan diberi pahala.” (Matius 10:42 FAYH)

Pelayan sejati tetap rendah hati. Para pelayan, “harus merendahkan diri dan saling melayani dengan rendah hati.” (1 Petrus 5:5) Ada lebih dari 750 “Museum Orang Terkenal” di Amerika dan lebih dari 450 buku “Biografi Orang Terkenal”, tetapi Anda tidak akan menemukan banyak pelyan sejati ditempat-tempat ini. Kemasyuran tidak bermakna apapun bagi pelayan-pelayan sejati karena mereka tahu perbedaan antara yang menonjol dan yang bermakna. Kolose 3:4 (MSG) mengatakan, “Ketika Kristus... Muncul kembali di dunia, kamu akan muncul juga, yaitu kamu yang sebenarnya, kamu yang dimuliakan. Sementara itu, tetaplah puas dengan keadaanmu yang tidak dikenal.” Bagi Jemaat di Korintus Paulus menasehatkan mereka, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan TUHAN! Sebab kamu tahu, bahwa persekutuan dengan TUHAN jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58)


“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu,
Hendaklah ia menjadi pelayanmu.”
Markus 10:43



Pada akhirnya sahabat-sahabatku, Alkitab memberikan tiga metafora yang mengajarkan kepada kita pandangan Allah tentang kehidupan manusia di bumi:
1. Kehidupan adalah sebuah ujian.
2. Kehidupan adalah sebuah kepercayaan.
3. Kehidupan adalah sebuah penugasan sementara.

Apakah kita bisa berhasil melewati suatu ujian kehidupan yang dipercayakan Yesus Kristus, untuk melihat keteguhan iman kita kepada-Nya dan menemukan ketulusan hati kita untuk melayani TUHAN? Dengan demikian Ia akan lebih mempercayakan kita lagi kepada sesuatu hal yang lebih besar lagi setelah Ia menemukan iman, ketulusan hati dan kesetiaan kita dengan perkara yang sederhana dan kecil yang dipercayakan bagi kita.

Kehidupan manusia memang memang kekal adanya, tetapi di planet Bumi ini kehidupan manusia hanya bersifat sementara! Dan semua hal yang dipercayakan TUHAN dalam kehidupan kita merupakan suatu penugasan yang bersifat kontemporaris adanya.

Abraham mendapat mandat kehidupan untuk menerima janji Allah. Ishak menerima tugas untuk meneruskan generasi pilihan Allah. Yakub mendapat berkat keturunan penggenap janji Allah. Daud dikokohkan kerajaan-Nya untuk menerima tugas misi Kerajaan Allah melalui garis keturunannya, sehingga lahirlah Mesias, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Anda percaya atau tidak, kelahiran kita semua di muka bumi ini bukanlah suatu kebetulan dan ada misi Allah secara individualis bagi pribadi kita masing-masing.

Memang benar apa yang dikatakan Rick Waren, untuk memaksimalkan kehidupan kita, maka perlu kita mengetahui dua kebenaran penting, yaitu:” Pertama, dibandingkan dengan kekekalan, kehidupan amatlah singkat. Kedua, bumi hanyalah tempat kediaman sementara. Anda tidak akan berada di sini, jadi jangan terlalu terikat pada bumi.

Bumi bukanlah rumah terakhir kita; kita diciptakan untu sesuatu yang jauh lebih baik! Suatu saat kita akan kembali ke Sorga, menghadap tahta Allah dan mempertanggung jawabkan semua hal yang telah kita lakukan dengan kehidupan kita masing-masing ketika kita dipercayakan kehidupan di planet Bumi ini.

Kisah Para Rasul 20:24
Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.


Kematian bukanlah akhir dari segala-galanya
Melainkan akhir dari suatu tugas Allah bagi kita
Ketika kita hidup dalam dunia ini.





Salam Kasih Kristus.




Senin, 16 Juni 2008

Kuasa Baptisan Air Selam (Bagian Ke-dua)

Kuasa Baptisan Air (Bagian Ke-Dua).
Dalam sejarah gereja, semua organisasi gereja mengakui kebenaran akan adanya baptisan air yang dilakukan secara selam atau menenggelamkan seluruh tubuh kita ke dalam air, yang dilakukan di dalam Nama Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus dan Roh Kudus. Dan sampai saat ini tidak ada satu denominasi gereja yang membantah kebenaran baptisan air yang dilakukan secara selam. Kalau begitu kenapa ada baptisan yang dilakukan tidak dengan cara diselamkan? Mengapa hal tersebut harus terjadi? Dan kenapa baptisan yang dilakukan dengan tidak diselamkan tetap ada sampai saat ini?
Pertama kali adanya baptisan yang dilakukan dengan cara tidak diselamkan ke dalam air, terjadi ketika adanya seorang hamba Tuhan yang melayani seorang kakek yang sementara sakit dan kakek tersebut tidak percaya akan keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Ketika hamba Tuhan tersebut beberapa kali melayani kakek tersebut, akhirnya sebelum mengehembuskan nafasnya yang terakhir dirumahnya disebuah pegunungan, kakek tersebut meminta hamba Tuhan itu untuk datang dan mendoakannya untuk kehidupannya diampuni dari semua dosa yang telah dilakukannya, dan hatinya terbuka untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya. Setelah hamba Tuhan tersebut berdoa, ia kemudian mengarahkan kakek tersebut untuk dibaptis. Melihat keberadaan kakek tersebut yang sudah tidak bisa bangun lagi dari tempat tidurnya, akhirnya hamba Tuhan tersebut mengambil inisiatif untuk segera membaptisnya di dalam Nama Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus dan Roh Kudus. Baptisan tersebut dilakukan menggunakan air yang dipercik ke kakek tersebut. Setelah itu cara baptisan air yang dilakukan dengan cara percik diterima oleh gereja dan diakui sebagai suatu dogma atau doktrin gereja.
Peristiwa di atas terjadi sebelum abadnya ke-XVI dalam pergerakkan reformis yang dilakukan oleh Marthen Luther. Setelah keyakinan yang kuat, yang dikerjakan dalam kuasa Roh Kudus dalam diri Marthen Luther, bahwa keselamatan manusia hanya ditentukan oleh iman dan keyakinan mereka akan keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus, tanpa harus melakukan apapun juga, maka ia segera menyaksikan kesaksian imannya tersebut. Dan hasilnya ada banyak orang yang percaya akan pemberitaan Injil Kasih Karunia Allah yang disampaikan olehnya. Dari pergerakkan tersebut menghasilkan sekumpulan komunitas pemercaya yang baru, yang memiliki konsep iman yang baru dan perspektif keselamatan yang dimiliki hanya semata-mata berdasarkan iman kepada Kasih Karunia Allah dalam Tuhan Yesus Kristus. Diantara mereka yang percaya akan pemberitaan Injill Kasih Karunia Allah yang disampaikan oleh Marthen Luther ada yang baru pertama kali percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Dan mereka orang percaya baru kemudian dibaptis dengan menggunakan air yang dipercik di dalam Nama Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus dan Roh Kudus. Cara baptisan air yang dilakukan dengan cara percik, tetap dilakukan dalam pergerakkan Marthen Luther! Hal ini terjadi karena baptisan air dengan cara dipercik tidak mengalami suatu pembaharuan dalam pergerakkan Marthen Luther, yang mengalami pembaharuan dalam konsep iman Kristen hanyalah iman akan kasih karunia Allah dalam Tuhan Yesus Kristus untuk menyelamatkan orang berdosa. Dan sampai saat ini diantara kita ada yang mewarisi pergerakkan reformasi iman yang diajarkan oleh Marthen Luther, masih melakukan baptisan air dengan cara dipercik! Pertanyaannya, apakah baptisan air dengan cara dipercik dapat dibenarkan? Apakah baptisan air dengan cara dipercik diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus?
Jawabannya adalah baptisan air yang dilakukan dengan cara percik tidak diajarkan oleh Yohanes pembaptis, tidak juga diajarkan oleh para rasul Tuhan Yesus Kristus, dan tidak dilakukan serta diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Dengan demikian Anda sendiri sudah dapat menjawabnya, bahwa baptisan air dengan cara percik hanya dapat dibenarkan dalam perspektif dogmatis dari suatu organisasi gereja, tetapi tidak diakui dalam perspektif pengajaran Tuhan Yesus Kristus dan para Rasul Tuhan Yesus Kristus.
Dalam baptisan air yang dilakukan dengan cara percik, disebutkan juga, “dalam Nama Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus dan Roh Kudus”. Hal ini dilakukan mengikuti Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus dalam Matius 28:19 yang mengatakan, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,...Apakah baptisan percik dengan mengucapkan Matius 28:19 itu salah? Jawabannya, “Sama sekali TIDAK SALAH!” Mengucapkan keberadaan Tritunggal Allah dalam tindakkan membaptis seseorang dengan cara memercikkan air, tidaklah salah! Tetapi tindakkan membaptis dengan memercik, itulah yang tidak ada dalam Alkitab, tidak diajarkan oleh Yohanes pembaptis, tidak juga diajarkan oleh para Rasul TUHAN, dan tidak dilakukan serta diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Jadi, kita menemukan dua kebenaran kuasa baptisan air, yaitu: Pertama, baptisan dilakukan dengan Nama Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus dan Roh Kudus. Kedua, setelah Nama Tritunggal Allah disebutkan segera orang yang dibaptis itu diselamkan dalam air.
Nilai kebenaran dan kekuatan kuasa apakah yang terkandung dalam tindakkan membaptis seseorang dengan cara menyebutkan Nama Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus dan Roh Kudus, lalu orang tersebut diselamkan? Roma 6:3-4 mengatakan, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.Inilah nilai kebenarannya, setelah Nama Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus dan Roh Kudus disebutkan lalu Anda diselamkan dalam air maka pada saat itu kuasa kematian Yesus Kristus mematikan kekuatan kuasa kedagingan dan melepaskan belenggu dosa yang menguasai kehidupan Anda dalam kuasa kematian Kristus Yesus. Dan pada saat Anda diangkat keluar dari dalam air maka pada saat itu kekuatan kuasa kebangkitan Yesus Kristus membangkitkan kehidupan Anda yang bergairah berjalan dalam kebenaran Kristus Yesus.
Dengan demikian, hasilnya adalah Anda memiliki hidup yang baru! Yaitu kehidupan lama Anda telah dimatikan, kecendrungan untuk berbuat dosa digantikan dalam kuasa kebangkitan Kristus untuk memiliki gairah melakukan kebenaran Kristus, dan bukan saja adanya gairah tetapi lebih dari itu adanya kekuatan dan kesanggupan serta kuasa yang mengalir dari dalam diri Anda untuk hidup dalam kebenaran Kristus Yesus! Haleluya...
Kolose 2:12 memperkuat penegasan akan nilai kebenaran dari kuasa baptisan air, yaitu bukan saja dengan mengucapkan Nama Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus dan Roh Kudus, tetapi perlu juga untuk menenggelamkan seluruh tubuh kedalam air. Demikian Kolose 2:2 mengatakan, “karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
Akhirnya sahabatku, memang terasa perlu untuk kita dibaptis sesuai dengan apa yang dikatakan dan dibenarkan oleh Alkitab serta dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus, yaitu dibaptis dengan Nama Bapa, Anak-Nya Yesus Kristus dan Roh Kudus, lalu kita diselamkan seluruh tubuh kita dalam air! Ijinkahlah Roh Kudus berkarya untuk membawa diri Anda dalam seluruh kebenaran Firman Allah.

“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu
ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri,
tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”
Yohanes 16:13.

Kuasa Baptisan Air Selam (Bagian Pertama)

Kuasa Baptisan Air (Bagian Pertama).

Setelah Roh Kudus turun memenuhi 120 orang pada perayaan hari Pentakosta, berdirilah Petrus untuk berkhotbah dan akhir dari khotbah Petrus ada banyak orang yang tidak tahan dalam lawatan Roh Kudus. Akhirnya mereka bertanya kepada Petrus apa yang harus mereka lakukan supaya mereka selamat. Dalam Kisah Para Rasul 2:38 mencatat jawaban Petrus bagi mereka, “Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Kata “bertobat” berasal dari akar kata YunaniMetanoeo” yang berarti perubahan cara berpikir. Kata “bertobat” dalam bahasa Ibrani menggunakan kata “Shuwb” artinya “berbalik” atau “berjalan berputar balik arah yang berlawanan”. Jadi, seorang yang bertobat adalah seorang yang telah mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan pikirannya untuk percaya kepada Yesus Kristus adalah TUHAN dan Juru Selamat pribadinya, dan ia juga bertindak untuk meninggalkan semua kehidupan lamanya yang penuh dosa serta memantapkan arah hidupnya untuk berjalan dalam kebenaran Kristus Yesus.
Tidak hanya sampai kepada tindakkan pertobatan tetapi Petrus juga mengatakan, “hendaklah kamu memberi dirimu dibaptis dalam nama Tuhan Yesus Kristus...Hal ini berarti setelah tindakkan pertobatan harus diikuti dengan tindakkan baptisan. Dalam pelayanan Yohanes pembaptis di Sungai Yordan, pernah ia didatangi oleh sekelompok orang Farisi dan Saduki membawa diri mereka untuk dibaptis, tetapi Yohanes pembaptis mengatakan kepada mereka, “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.” Peristiwa tersebut dicatat dalam Matius 3:7-8. Dan pada ayat 11 Yohanes pembatis mengakui bahwa baptisan yang dilakukannya adalah baptisan yang menandai adanya pertobatan, tetapi Yesus Kristus akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api. Secara implisit kita dapat memahami, bahwa pertobatan merupakan langkah awal yang menentukan kehidupan kita berjalan dalam anugerah keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus. Namun, langkah awal kita harus dilanjutkan dengan langkah selanjutnya, yaitu dibaptis dalam air. Baptisan bukan sekedar langkah selanjutnya saja tetapi memiliki kekuatan kuasa untuk memampukan kita melanjutkan perjalan iman kita dalam Tuhan Yesus Kristus, karena kita berjalan dalam kuasa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat kita!
Anda dan saya bukanlah orang yang sempurna! 1 Yohanes 3:2 “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.”
Seringkali kita mendengar berbagai alasan klasik mengenai baptisan, salah satunya adalah “saya belum mau dibaptis karena saya takut nanti berbuat dosa lagi!” Sebenarnya alasan tersebut diutarakan mengandung kesan, bahwa “Anda sementara mengumpulkan kekuatan Anda sampai sempurna baru Anda mau dibaptis!” Sahabatku, sebenarnya Anda dan saya tidak memiliki kekuatan apapun untuk dapat menjalani kehidupan ini dalam kebenaran Firman TUHAN! Hanya kasih karunia Allah saja yang memampukan Anda dan saya untuk dapat melangkahkan kaki iman kita yang seringkali ditemukan lemah dalam menapaki pengalaman kehidupan kita dalam Anugerah-Nya yang melimpah! Dan dalam menapaki perjalanan iman kita, TUHAN tidak mengharapkan kesempurnaan Anda untuk menjadi pengikut-Nya atau untuk melayani-Nya, tetapi besar harapan TUHAN bagi Anda adalah KE-TAAT-AN Anda untuk melakukan kehendak Firman-Nya. Dalil tersebut di atas akan memberikan dua hal bagi Anda: 1) Memberikan kesempatan besar bagi iblis untuk menahan pertumbuhan rohani Anda. 2) Memberikan Anda kehidupan yang statis (berjalan di tempat) dan membuat Anda akan bosan dengan semua kegiatan rohani. Tetapi apabila Anda TAAT dengan segala keterbatasan Anda untuk melakukan kehendak Bapa di Surga maka saya percaya Roh Kudus akan datang memberikan Anda kekuatan untuk terus dapat mengikuti TUHAN dan melayani TUHAN. Roh Kudus akan selalu menghibur dan menguatkan Anda untuk tetap berjalan dalam rencana Allah bagi kehidupan Anda. Roh Kudus akan memberikan Anda kesanggupan untuk menjalani kehidupan dalam seluruh kebenaran Anda!
Setelah Tuhan Yesus Kristus telah menjadi seorang yang dewasa, diperkirakan sekitar usianya yang ke tiga puluh tahun, Ia pergi ke Sungai Yordan untuk dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Matius 3:14 mencatat perjumpaan mereka. Ketika Yohanes melihat Yesus Kristus, ia mencegah Yesus Kristus dan mengatakan, "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" Tetapi dalam ayat 15 Yesus Kristus mengatakan, "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.” Kita dapat mengamati peristiwa tersebut, bahwa Yohanes Pembaptis tidak mau untuk membaptis Yesus Kristus tetapi Yesus Kristus mengatakan untuk Yohanes-lah yang harus melakukannya supaya genaplah kehendak Allah. Jadi, tindakkan Yesus Kristus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis merupakan suatu tindakkan ke-TAAT-an Yesus Kristus kepada kehendak Bapa-Nya di Sorga. Dan kita mengetahui bersama dalam Matius 3:17, setelah Yesus Kristus keluar dari air, ada seekor burung merpati yang melambangkan Roh Kudus yang turun ke atas kepala-Nya, dan terdengarlah suara dari langit, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Sesungguhnya Bapa mengasihi setiap manusia yang TAAT melakukan kehendak-Nya dan sesungguhnya Bapa berkenan kepada setiap mereka yang mau TAAT melakukan kehendak-Nya! Inilah kebenarannya, bahwa Bapa di Sorga lebih mengasihi orang yang TAAT daripada orang yang menuntut kesempurnaan dalam dirinya. Karena tidak ada kesempurnaan tanpa ke-TAAT-an!
Anda tentu mengingat peristiwa pemuda kaya yang datang kepada Yesus Kristus, ia memberikan gambaran kesempurnaan dalam dirinya yang telah melakukan seluruh hukum Taurat. Tiba-tiba kesempurnaanya hanya menjadi sebuah cerita sejarah, karena ia tidak berhasil TAAT melakukan apa yang dikatakan Yesus Kristus kepadanya. Jadi, saudara-saudaraku yang kukasihi. Ketaatan Anda kepada kehendak Bapa di Sorga untuk Anda melangkah dalam baptisan air membuat Anda berkenan di hati Bapa dalam kasih karunia-Nya. Dan lebih dari itu Kisah Para Rasul 28:39 mengatakan selanjutnya, “Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” Ada banyak kebenaran janji Allah yang dapat Anda miliki setelah mengalami baptisan air, salah satunya adalah janji Allah untuk dipenuhi dengan Roh Kudus dan kehidupan Anda ada dalam kelimpahan berkat Allah! Amin...

“Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal,
tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup,
melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”
Yohanes 3:36

Senin, 24 Maret 2008

Selamat Berkarya Dalam Kuasa Kebangkitan Kristus.

Sukacita Kebangkitan Yesus Kristus.


Suasana dukacita memang sesuatu yang sangat tidak menyenangkan, apatah lagi bila kita kehilangan seseorang yang kita kasihi. Seringkali juga kita jumpai dalam suasana dukacita tersebut akan timbul perasaan takut dan kuatir apabila yang pergi meninggalkan kita adalah satu-satunya seorang pencari nafkah dalam rumah tangga atau orang yang memberikan perlindungan bagi kita. Rabi Liebman pernah mengatakan dalam bukunya “Peace of Mind” (Ketentraman Pikiran), bahwa “manusia harus membayar harga ketakutan dan kekhawatiran agar bisa menjadi manusia seutuhnya.” Kita semua memang tidak ingin mengalami pengalaman ketakutan, tetapi seringkali kita berada dalam pengalaman ketakutan, dan melalui pengalaman tersebut kita akhirnya menemukan keberadaan kita sesungguhnya dan memotivasi kita untuk lebih memperbaiki diri kita karena kita menemukan TUHAN dalam ketakutan kita!

Sekitar 3 tahun sampai 3 tahun setengah, murid-murid dibimbing oleh Maha Guru mereka Tuhan Yesus Kristus. Mereka melihat dan menyaksikan langsung berbagai tanda dan mukjizat yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus, bahkan diantara mereka sendiri telah mengalami atau melakukan tanda mukjizat dalam pengalaman pemuridan. Namun, terbukti mereka tidak memiliki iman yang teguh dalam hati mereka. Maksudnya, mereka hanya percaya adanya suatu kuasa Allah di luar diri mereka. Mereka tidak meyakini adanya kepercayaan dari TUHAN bagi mereka untuk menjalankan misi Kerajaan Allah, dan mereka tidak meyakini adanya kuasa TUHAN dalam diri mereka. Pengalaman kesendirian mereka tanpa Yesus Kristus membuat mereka penuh ketakutan.

Matius 8:24 mencatat pengalaman kesendirian murid-murid TUHAN ketika mereka menyebrang di danau Galelia, ada angin ribut. Perahu mereka kemasukan air, tetapi Yesus Kristus tetap tidur! Ketika mereka membangunkan Yesus Kristus dari tidurnya untuk meminta pertolongan, malah sebaliknya ayat 26 mencatat mereka justru ditegur keras oleh-Nya, “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?

Matius 14:24-27 mencatat juga pengalaman kesendirian murid-murid Yesus Kristus ketika perahu mereka ditimpa angin sakal, Yesus tidak ada dengan mereka, ketika Yesus mendatangi mereka, semuanya penuh ketakutan dan Yesus Kristus katakan, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Dalam terjemahan NKJV ditulis, "Be of good cheer! It is I; do not be afraid." Dapat diartikan, “Bergembiralah! Ini Aku: Janganlah takut.

Tuhan Yesus Kristus memang tidak menginginkan agar murid-murid-Nya mengalami ketakutan dalam diri mereka. Ketika Dia harus pergi meninggalkan mereka sesaat untuk menjalankan misi keselamatan umat manusia, yaitu mati di gantung di atas tiang kayu salib, Tuhan Yesus Kristus telah 3 kali memberitahukan para murid-Nya agar mereka mempersiapkan diri dengan penuh iman yang teguh. Matius 16:21; 17:22; 26:1-5 mencatat perkataan Yesus kepada murid-murid-Nya untuk memberitahukan mereka, bahwa Dia nanti akan disalibkan tetapi kemudian akan bangkit kembali pada hari ke-tiga. Namun, rupa-rupanya mereka sama sekali tidak memperhatikan dengan serius perkataan Yesus Kristus tersebut bahkan tidak beriman, sehingga Yohanes 20:19 mencatat keadaan dari murid-murid TUHAN yang penuh ketakutan!

Tetapi ketika Yesus Kristus menyatakan diri-Nya bagi mereka, setelah kebangiktan-Nya, Yesus Kristus mengatakan, “Damai sejahtera bagi kamu!Ayat 20 mencatat, “Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.” Sukacita mereka ini diungkapkan dengan kata Yunani “Chairo” artinya “Joyfully” dan “Rejoice”. Inilah keadaan hati dari para Murid TUHAN ketika mereka mendengar salamnya Yesus Kristus dan melihat TUHAN yang mereka sembah itulah Tuhan Yesus Kristus telah mengalahkan kuasa maut. Murid-murid Tuhan Yesus Kristus “penuh dengan sukacita”, mereka “sangat bergembira”.

Rupanya ada suatu pengalaman yang berbeda dalam pengalaman pemuridan Tuhan Yesus Kristus. Matius 8:24 mencatat ketakutan para murid dan mereka ditegur keras Tuhan Yesus, Matius 14:24-27 mencatat salam Yesus Kristus untuk menenangkan hati para murid-Nya tetapi masih juga Petrus mengalami ketakutan dan jatuh dalam air. Sesuatu yang berbeda terjadi, yaitu ketika Tuhan Yesus Kristus bangkit dari kematian-Nya, salamnya Tuhan Yesus Kristus membuat para murid-Nya penuh dengan sukacita. Luapan sukacita itu terjadi karena mereka melihat Yesus Kristus berhasil mengalahkan kuasa maut. Yesus Kristus telah mati dan hanya sekali mati! Yesus Kristus telah bangkit dan hanya sekali bangkit! Dia telah mati dan bangkit untuk selama-lamanya! Amin.

Rasul Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 15:54-57, ”Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: ’Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?’ Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Haleluya... Kebangkitan Yesus Kristus telah menghilangkan semua teror ketakutan dan menggantikannya dengan sukacita! Bila Anda hidup salam segala tekanan teror yang membuat Anda ketakutan, tidak bergairah untuk hidup, menjalani kehidupan ini dengan muka yang tertunduk, dengan tubuh yang letih memikul beban kekuatiran dan tekanan ketakutan hatimu dalam realitas kehidupan. Inilah berita kebangkitan Kristus secara profetis bagi Anda, yaitu ”Yesus Kristus telah bangkit dan menggantikan ketakutanku menjadi kehidupan yang penuh dengan sukcatia.” Kebangkitan Kristus membuat Anda sanggup untuk menertawatakan masalah Anda. Iman yang teguh akan kebangkitan Kristus menyanggupkan Anda untuk mengangkat muka Anda yang tertunduk karena beban masalah dan membuat Anda tertawa dengan lega karena ”sengat ketakutan” bagaikan maut yang membunuh semangat hidup Anda telah dikalahkan dalam kebangkitan Tuhan Yesus Kristus! Jadi sahabatku, tersenyumlah, tertawalah, nikmatilah kebebasan kehidupan Anda dari segala macam bentuk intimidasi iblis dan katakanlah, ”Tuhanku Yesus telah bangkit dan Dia menyanggupkan aku untuk tertawa. Bersukacitalah hai jiwaku, karena semua ketakutanku telah lenyap!”

Dan Yohanes 20:22 Yesus Kristus melakukan sesuatu yang belum pernah Ia lakukan kepada murid-murid-Nya, yaitu: “Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: ‘Terimalah Roh Kudus.’

Ada kurang lebih 40 hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya setelah Ia bangkit, dan selama itu juga tidak ada para murid TUHAN yang memiliki ketakutan. Dan terbukti setelah Yesus Kristus naik ke Sorga, 10 hari para murid TUHAN harus menunggu di Yerusalem sampai pencurahan Roh Kudus tinggal dalam diri mereka, tidak ada diantara mereka yang mengalami ketakutan dan mereka semua terus dipenuhi dengan suasana hati sukacita dan bergembira.

Inilah salah satu keunggulan kuasa kebangkitan Yesus Kristus, yaitu kuasa yang melepaskan kita dari belenggu ketakutan dan kuasa yang memerdekakan kita dari kekuatan kekuatiran. Kuasa kebangkitan Kristus adalah kuasa sukacita dan kuasa kebangkitan Kristus adalah kuasa keberanian. Haleluya...

Sahabatku, Anda mungkin mengatakan saya tidak melihat Yesus Kristus bangkit saat itu dan saya juga tidak menerima hembusan nafas Yesus Kristus yang memberikan Roh Kudus saat itu. Namun, Kisah Para Rasul 2:1-4 memberikan informasi, bahwa Roh Kudus telah dicurahkan bagi semua orang percaya, bukan saja bagi para murid TUHAN tetapi bagi semua Umat TUHAN. Dengan demikian Anda dan saya juga menerima kuasa kebangkitan Kristus, yaitu kuasa sukacita dan kuasa keberanian yang melepaskan kita dari belenggu ketakutan. Seperti Yesus Kristus katakan kepada murid-murid-Nya dalam Matius 14:27 Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" atau "Be of good cheer! It is I; do not be afraid." yang diartikan, “Bergembiralah! Ini Aku: Janganlah takut.

Rabu, 19 Maret 2008

Selamat HUT Ke-60 SEKOLAH THEOLOGIA MALUKU

Generasi Yang Menjawab Doa Tuhan Yesus Kristus.

Haleluya 60 tahun merupakan waktu yang tidak mudah dilewati dalam pergumulan eksisensi Sekolah Theologia Maluku, yang mana kehadirannya di PulauAmbon Manise menjadi tonggak sejarah penentu lahirnya para pemimpin Gereja Sidang Jemaat Allah di Indonesia. Dan harus diakui bahwa sejarah Gereja Sidang Jemaat Allah di Indonesia dipercayaka TUHAN untuk dimulai atau lahir di pulau rempah-rempah, Ambon Manise, melalui suatu panggilan TUHAN kepada Rev. Ralph M. Devin dan istrinya Rev. Edna Devin di tahun 1938 dalam suatu visi global yang TUHAN berikan bagi mereka yaitu: "AMBOINA".
Dan tepatnya pada tanggal 4 Maret 1946 yang lalu, Sekolah Theologia Maluku telah eksis di melayani populasi Alifuru di Desa Hunut / Durian Patah - Kate-kate, Ambon. Saat ini kita mensyukuri perbuatan Tangan TUHAN yang telah menuntuk kita selama 60 tahun Sekolah Theologia Maluku (STEMA) telah menjadi berkat bagi negera Indonesia. Senat MAHASISWA STEMA telah memberikan suatu judul untuk kita renungkan bersama, yaitu "Generasi Yang Menjawab Doa Tuhan Yesus Kristus."

Yohanes 17:22-23 “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu; Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.”

Di era tahun 1980-an sejarah gereja Maluku mencatat adanya suatu organisasi yang telah dibentuk untuk menampung aspirasi perkembangan pelayanan Gereja TUHAN di Maluku, sekaligus menjadi suatu wadah pemersatu denominasional gerejani. Wadah tersebut dikenal dengan nama Badan Musyawarah Antar Gereja yang disingkat “BAMAG.” Namun tak dapat dipungkiri, realitas pelayanan setiap denominasi gereja-gereja membuat setiap gereja-gereja lebih cenderung untuk memikirkan denominasi gerejanya sendiri. Bahkan diantara sesama gereja-gereja lokal yang sedenominasi-pun seringkali mengalami kesulitan untuk dapat duduk bersama meningkatkan suatu hubungan keakraban diantara sesama hamba TUHAN karena memiliki prinsip-prinsip pelayanan yang berbeda dan rutinitas kesibukkan dalam pelayanan gereja lokal mereka masing-masing. Pertemuan-pertemuan lebih cenderung untuk membicarakan agenda rapat yang bersifat organisatoris dalam mengembangkan denomiasi gereja internal.

Memasuki era tahun 1990-an dalam sejarah gereja Maluku mulai bermunculan persekutuan-persekuan doa yang lebih cenderung menekankan prinsip pendewasaan iman atau pertumbuhan rohani dalam kelompok-kelompok kecil yang bersifat interdonominasional. Terobosan pergerakan rohani ini lebih memberikan pengaruh pendewasaan iman yang sangat luar biasa. Mulailah bermunculan generasi penerus gereja TUHAN yang begitu kuat dalam pemahaman kebenaran Firman TUHAN dan radikal dalam melakukan prinsip-prinsip kebenaran Firman TUHAN tersebut, serta ketekunan dalam kehidupan doa.

Diakhir tahun 1990-an, tepatnya Juni 1998 Roh Kudus melawat sekelompok pemuda di daerah Belakang Soya, yang dimulai dari seorang ibu yang mendapat lawatan Roh Kudus secara khusus, mulai dengan kehidupan doa dan doa hampir setiap hari dalam seminggu. Pertemuan yang dilakukan tidak lagi membicarakan hal-hal yang bersifat denominasional dan manajemen organisatoris tetapi lebih cenderung untuk membicarakan Kebenaran Firman TUHAN dan berdoa. Setiap pertemuan entah itu dipagi hari, siang hari maupun diwaktu malam, selalu penuh dengan kegairahan untuk menyembah TUHAN. Kemudian terjadilah suatu terobosan lawatan Roh Kudus yang sangat dahsyat diakhir abad XX. Ratusan orang mulai berkumpul memuji, menyembah TUHAN dan berdoa dalam bahasa roh. Kegiatan doa yang dilakukan di Hative besar dihadiri oleh beberapa mahasiswa yang menyewa truk. Pergerakkan ini kemudian dihentar oleh Roh Kudus untuk melakukan ibadah doa dan penginjilan di rumah Walikota Ambon saat itu, bapak Tanasale. Diakhir pertemuan itu beliau menyerahkan diri dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Kristus dalam kehidupan pribadinya. Persekutuan pemuda itu dikenal dengan nama “Persekutuan Pemuda Oikumene.” Ketika pecahnya konflik SARA tahun 1999 persekuan tersebut tidak berjalan lagi, namun semangat Api Roh Kudus tetap bekerja melawat secara individualis setiap pemuda yang ada dalam persekutuan tersebut.


Tidak dapat dipungkiri roh denominasional begitu kuat sekali berada di daerah Maluku. Pada tahun 1996 seorang hamba TUHAN yang diurapi dalam pelayanan kenabian, yang baru pertama kali datang di Ambon, mendapat suatu pesan TUHAN yang dinyatakan, “aku mencium bau busuk agama yang naik dari pulau ini, yang akan menghancurkan dan membunuh pulau ini.” Pesan kenabian tersebut menjadi nyata pada 19 Januari 1999.

Dari kilasan sejarah gereja TUHAN di daerah Maluku yang dipaparkan saat ini, kita bisa menemukan adanya usaha-usaha dan tindakan untuk menyatukan Gereja TUHAN. Walaupun dari semua usaha-usaha tersebut mendapat berbagai halangan dan tantangan untuk menjalanka konsep “Tubuh Kristus” dengan berbagai versi tantangan yang dialami, namun terbukti Roh Kudus telah mengerjakan konsep kesatuan Tubuh Kristus di daerah Maluku.

Disisi yang lain roh denominasional yang bersifat agamawi bekerja secara arogansi dan jastifiakasi denominasi begitu kuat. Konsep “Tubuh Kristus” telah menjadi suatu isu theologis disetiap kampus theologia, gereja yang AM hanya menjadi suatu klise rohani disetiap ungkapan pengakuan iman rasuli, persekutuan oikumenis hanya menghiasi sejarah dalam pertumbuhan gereja di daerah Maluku. Fakta pergerakan lawatan Roh Kudus seringkali membukti setiap kali adanya lawatan Roh Kudus di daerah Maluku, roh denominasional dan agamawi yang lebih sering menjadi penghalang utama untuk kesatuan “Tubuh Kristus!”

TUHAN tidak menunggu diam melihat penindasan yang begitu kuat atas umat-Nya yang mematikan iman kekristenan dan menghalangi berita Injil Kasih Karunia Allah. TUHAN-pun berbicara secara tindakkan, atau berfirman secara tindakkan, seperti ia menyampaikan Firman TUHAN kepada bangsa Israel melalui nabi Hosea dengan cara Hosea menikahi Gomer, hanya untuk menyampaikan pesan “Umat-Ku telah berzinah dihadapanku, dengan menyembah ilah lain!” Hosea 6:6 mengatakan, “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.” Konflik 1999 merupakan Firman TUHAN dalam tindakkan untuk menyadarkan seluruh pemimpin umat TUHAN, bahwa Agama Kristen membunuh pulau ini, atau roh agamawi yang menyusup masuk dalam iman kristiani yang membunuh pulau ini. Disisi lain Roh Kudus mengerjakan pemulihan “Tubuh Kristus”. Konsep “Tubuh Kristus” tidak lagi dikhotbahkan dimimbar-mimbar atau tidak lagi didiskusikan di seminari theologia, namun sebaliknya secara spontan dan dinamis pergerakkan Kesatuan Tubuh Kristus terjadi di mana-mana. Setiap hamba TUHAN turun dari tahta mimbarnya dan mendoakan setiap umat TUHAN yang mengalami musibah, baik di kamp-kamp pengungsi, di rumah-rumah duka, maupun dijalan-jalan. Tidak peduli dari mana organisasi gerejanya, tidak peduli doktrin dan dokma yang dianut, asal imanmu percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Kristus maka pelayanan itu berjalan. H A L E L U Y A

Namun, sangatlah disayangkan sekali gereja TUHAN di Maluku kurang menanggapi Firman TUHAN secara tindakkan. Pasca konflik SARA di Maluku, setiap denominasi mulai lagi membangun tembok-tembok organsasinya yang sebenarya sudah diruntuhkan Roh Kudus ketika konflik SARA berlangsung. Puing-puing reruntuhan tembok denominasi kembali dibangun dan direnovasi untuk mengamankan Umat TUHAN kembali teritorial pelayanan gerejani. Mimbar-mimbar gereja kembali dihiasi dengan hiasan-hiasan theologis dan pernak-pernik dogmatis untuk kepentingan pelayanan yang bersifat denominasional, bukan lagi “Injil Kerajaan Allah!”

Pertanyaannya, “Apakah KesatuanTubuh Kristus hanya merupakan suatu wacana iman dan hanya menjadi konsep theologis dalam kekristenan?” Kalau jawabannya “TIDAK!” Pertanyaan berikut, “apakah TUHAN harus berfirman lagi secara tindakkan, agar semua tembok-tembok denominasional diruntuhkan kembali?” Karena para pemimpin gereja dan pemimpin-pemimpin sekolah-sekolah theologi sementara sibuk membangun tembok-tembok dogmatis yang menjadi ciri khas dari masing-masing denominasi gereja. Pertanyaan yang berikut, “Bagaimanakah kita mengalahkan roh denominasional atau roh agamawi yang sudah berakar di daerah Maluku?”

Tuhan Yesus Kristus mengatakan dalam Matius 15:13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.” Harus diakui tidaklah mudah untuk mencabut suatu pekerjaan roh yang telah berakar lama dalam kehidupan seseorang, dan lasimnya kita melakukan dengan cara berdoa dan berpuasa.

Yohanes 17:20-23 mencatat Doa Tuhan Yesus Kristus ketika Ia masih berada di planet Bumi ini. Dalam doanya Yesus Kristus, ia mengatakan, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.”

Tuhan Yesus Kristus berdoa memohon kepada Bapa Sorgawi untuk menyatukan Anda dan saya. Tuhan Yesus berdoa agar kita yang telah berakar dalam semua prinsip dogma gerejani dan pengetahuan theologis yang berbeda sumbernya, serta kita yang telah ada dalam setiap tembok denominasi akan menjadi satu. Yesus Kristus tidak berbicara dan mengajar murid-murid-Nya soal theologi Tubuh Kristus sehingga para rasul-Nya mencantumkan dalam pengakuan iman rasuli, TIDAK SAUDARA! Yesus Kristus sementara berdoa! Konsep “Kesatuan Tubuh Kristus” pertama kali dimunculkan bukan sebagai suatu bahan pengajaran Tuhan Yesus Kristus kepada para rasul-Nya tetapi merupakan suatu pergumulan doa dari Tuhan Yesus Kristus! Inilah hal yang pertama untuk kita cermati bersama, bahwa “Kesatuan Tubuh Kristus” terjadi bukanlah sebagai suatu bahan yang dikhotbahkan yang menghasilkan iman kesatuan Tubuh Kristus, atau sebagai bahan diskusi antar denominasi gereja yang mengambil keputusan forum, untuk bersatu. Melainkan suatu pergumulan doa! Kesatuan Tubuh Kristus terjadi karena Yesus Kristus telah berdoa! Kesatuan Tubuh Kristus terjadi karena Yesus Kristus telah berdoa. Anda tinggal beriman dan menjawab doa Yesus Kristus maka terjadilah kesatuan Tubuh Kristus! Amin. Yakobus 5:16b mengatkan, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Itu doa orang benar saudara, tetapi Yohanes 17 mencatat bukan seorang benar yang berdoa melainkan seorang yang mengerjakan kebenaran Allah dalam diri orang benar, yang berdoa. Itu sebabnya doa Yesus Kristus lebih besar kuasanya! Kitab Ibrani memberi kesaksian bahwa Yesus Kristus adalah Imam Besar kita yang selalu mendoakan saya dan saudara siang dan malam, dan saya percaya sampai saat ini Tuhan Yesus Kristus terus berdosa agar Anda dan saya bersatu! H A L E L U Y A. Anda tinggal beriman terhadap doa Yesus Kristus dan bukan Yesus yang menjaawab doa-Nya tetapi Anda dan saya yang menjawabnya.

Kebenaran yang kedua yang memungkinkan terjadinya “Kesatuan Tubuh Kristus”, yaitu Yesus Kristus telah memberikan “Kemuliaan-Nya” yang Dia terima dari Bapa. Kemuliaan itu telah diberikan kepada Anda dan saya, bukan baru direncanakan untuk diberikan tetapi kemuliaan itu telah diberikan! Kemuliaan seperti apakah yang telah diberikan Yesus Kristus bagi kita, dan memiliki pengaruh yang besar untuk “Kesatuan Tubuh Kristus” saat ini? Apabila Anda membacar Yohanes 17:21 Yesus Kristus berdoa, “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Kemuliaan yang telah Bapa berikan bagi Yesus Kristus adalah “The Trinity Glorious of God” atau “Kemuliaan Kesatuan Trinitas Allah”. Hal ini sangat penting dan memiliki kekuatan pengaruh yang sangat luar biasa, sehingga Yesus Kristus terus menyadari bahwa Dia adalah Anak Allah, yang harus menghormati Bapa-Nya di Sorga dengan terus TAAT melakukan perintah Bapa-Nya. Kemuliaan ini yang selalu membuat Yesus Kristus sadar bahwa Ia membawa gambar diri Bapa dalam pelayanan-Nya di bumi, sehingga seringkali Ia mengatakan, “Bila engkau melihat Aku, engkau melihat Bapa-Ku di Sorga”, Ia-pun mengatakan, “Aku tidak mengerjakan apa yang berasal dari diri-Ku, melainkan mengerjakan apa yang dikerjakan oleh Bapa-Ku.” Kemuliaan Kesatuan Trinitas Allah inilah yang membuat Yesus Kristus merelakan diri-Nya dituntun oleh Roh Kudus ketika Ia selesai dibaptis dan menerima Roh Kudus, lalu menuntunnya ke padang gurun untuk dicobai dan dalam kekuatan Roh Kudus, Ia berhasil keluar sebagai pemenang.

Hal ini sangat penting dan memiliki kekuatan pengaruh yang sangat luar biasa, sehingga Yesus Kristus terus menyadari bahwa Dia adalah Anak Allah, yang harus menghormati Bapa-Nya di Sorga dengan terus TAAT melakukan perintah Bapa-Nya. Kemuliaan ini yang selalu membuat Yesus Kristus sadar bahwa Ia membawa gambar diri Bapa dalam pelayanan-Nya di bumi, sehingga seringkali Ia mengatakan, “Bila engkau melihat Aku, engkau melihat Bapa-Ku di Sorga”, Ia-pun mengatakan, “Aku tidak mengerjakan apa yang berasal dari diri-Ku, melainkan mengerjakan apa yang dikerjakan oleh Bapa-Ku.” Kemuliaan Kesatuan Trinitas Allah inilah yang membuat Yesus Kristus merelakan diri-Nya dituntun oleh Roh Kudus ketika Ia selesai dibaptis dan menerima Roh Kudus, lalu menuntunnya ke padang gurun untuk dicobai dan dalam kekuatan Roh Kudus, Ia berhasil keluar sebagai pemenang. Bapa, Anak dan Roh Kudus satu adanya, dan telah terbukti kekuatan “Kemuliaan Trinitas Allah” dalam kehidupan Yesus Kristus. Dan Yesus Kristus berdoa, “Aku telah memberikan kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, kepada mereka!” Dan inilah keberan kedua yang memungkinkan kita bisa bersatu, yaitu merelakan diri kita hidup dalam Kemuliaan Trinitas Allah!

Kebenaran ke-tiga yang dapat kita pelajari dari doa Yesus Kristus adalah terjadinya revival atau kkr yang terbesar di seluruh dunia bila Anda dan saya mau bersatu. Karena bila kita bersatu, Yesus Kristsu katakan dalam doa-Nya, “Agar dunia percaya engkau yang telah mengutus Aku! Hati yang penuh belas kasihan dengan melihat keluarga kita yang belum diselamatkan, tetangga kita yang belum menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, itulah yang akan memotivasi kita untuk bersatu. Belenggu dosa dilepaskan, kekuatan iblis yang menawan banyak orang dalam kutuk dosa dihancurkan bila Anda dan saya mau bersatu. Karena pada saat kita bersatu banyak orang akan percaya kepada Yesus Kristus, dan pada saat itu juga kekuatan iblis dihancurkan. H A L E L U Y A.

Kekuatan penginjilan Anda dan saya ada dalam Doa Yesus Kristus, yaitu pada saat kita bersatu orang percaya Yesus adalah TUHAN. Penginjilan terbesar terjadi diseluruh dunia apabila Gereja TUHAN mau bersatu! Menghentikan roh denominasional dengan segala bentuk arogansi denominasi dan jastifikasi denominasi, dan semua mulai hidup dengan hati selaing mengasihi dan menyadari kita saling membutuhkan untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

Awal penginjilan organisasi Gereja Sidang Jemaat Allah tidak dimulai secara denimnasional tetapi dimulai dari sebua visi universal yang diterima oleh pasangan hamba TUHAN “ R.M. Devin dan Edna Devin di sebuah gereja yang bernama “Bethel Tampel” di Washington-USA. Dalam suatu pergumulan doa mereka mendapat sebuah kata yang ditaruh oleh Roh Kudus, yaitu “Amboina”. Setelah dipelajari di peta dunia, barulah mereka mengerti itulah Ambon. Mereka datang di Ambon pada bulan Maret 1938 untuk menanggapi visi TUHAN memberiktakan Injil bagi Pulau Ambon dan daerah Maluku. TUHAN tidak memberikan mereka visi untuk mendirikan denominasi gereja di Ambon, tetapi memberitakan Injil di Ambon. Dan luasnya ladang penuaian di daerah Maluku memotivasi Devin’s Minsitries untuk mendirikan sebuah sekolah theologia Maluku, yang dimulai pada tanggal 4 Maret 1946 dengan pengajar R.M Devin dan Enda Devin serta menantu mereka Rev. Tinsmen. Sejarah telah mencatat 60 tahun sejak sekolah ini berada sampai saat ini telah melahirkan hamba-hamba TUHAN dalam pengurapan lima jawatan pelayanan: ada rasul, ada nabi, ada penginjil, ada gembala, dan pengajar. Yang juga diurapi dalam karunia manefistasi dalam 1 Korintus 12. Hamba-hamba TUHAN ini telah menjadi berkat bukan saja di Pulau Ambon, Maluku tetapi juga memberkati Indonesia.

Dan pada tahun 2006 Roh Kudus telah menuntun seorang hamba TUHAN dengan suatu visi universal, yaitu agar setiap maha siswa yang tamat dari kampus ini akan keluar dengan Api Roh Kudus. Dan Roh Kudus merupakan bagian dari pribadi Allah dalam “Kemuliaan Trinitas Allah” yang diberikan Yesus Kristus bagi kita.

Dan pastikanlah, walaupun kita sementara menyusun suatu program baru dalam kemajuan kampus ini, janganlah kita kehilangan visi awal dari pendiri kampus ini, yaitu “Amboina!” Di Ambon dan Maluku ada banyak denominasi gereja tetapi kampus ini diharapkan melahirkan para pemimpin yang tidak diurapi dalam pengurapan denominasi gereja tetapi dalam pengurapan doa Yesus Kristus dan dalam pengurapan “Kemuliaan Trinitas Allah”. Amin

Seorang anak muda yang beru tamat dari salah satu sekolah theologia memiliki suatu visi yang besaru untuk mengubah dunia, tetapi ketika ia berumur 45 ia menemukan dunia belum dapat dijangkau olehnya. Ia kemudia mengubah visinya untuk mengubah lingkungan di mana ia berada, tetapi 10 tahun kemudian ketika ia berumur 55 tahun ia belum dapat mengubah lingkungan dimana ia berada. Iapun mengubah visinya untuk mengubah rumah tangganya atau keluarga di mana ia berada, tetapi ketika ia berumur 65 tahun ia menemukan keadaan rumah tangganyapun belum berubah. Dan saat ia terbaring lemah ditempat tidur dalam keletihan fisik yang tak berdaya, hanya menanti ajalnya di usia 75 tahun, ia kemudian merenungkan semua pengalaman pelayanannya, dan ia pun berkata kepada cucunya yang masih muda, yang saat itu sementara mengikuti pendidikan theologia, ia katakan, "Cucuku, seandainya dari dulu aku memiliki visi mengubah hidupku, pasti saat ini keluarga, lingkungan dan dunia dapat berubah. Jadi, cucuku mulailah dengan memiliki visi yang terbesar yaitu 'mengubah hidup Anda setiap saat dengan Firman TUHAN dan BERDOA!'"

Sabtu, 01 Maret 2008

Tingkatkanlah Keintiman Anda Dengan Bapa Sorgawi.

Tingkatkanlah Keintiman Anda Dengan Bapa Sorgawi.


Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yagn dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” Demikianlah perkataan Yesus Kristus dalam Yohanes 5:19, yang menegaskan adanya suatu hubungan yang sangat intim diantara Anak Allah, Yesus Kristus dengan Bapa Sorgawi. Yesus Kristus tidak bekerja berdasarkan kehendak-Nya sendiri, apa yang Bapa katakan itu juga yang Yesus katakan. Apa yang Bapa lakukan itu juga yang Yesus lakukan. Keintiman dengan Bapa Sorgawi membuat Anda dan saya diberitahukan keinginan Bapa dengan hidup kita dan juga kita diberikan kekuatan untuk menjalani kehidupan ini berdasarkan kehendak Bapa Sorgawi.

Kehidupan yang terbuka terhadap lawatan Roh Kudus membuat kehidupan kita dapat intim dengan Bapa Sorgawi karena Roh Kudus adalah Roh yang berasal dari hati Bapa. Mazmur 25:14 mengatakan, “TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” Dalam suasana keintiman itulah Roh Kudus akan memberitahukan semua rencana Bapa di Sorga dengan kehadiran kita di bumi ini. Dan rencana-Nya akan mengubah seluruh kehidupan kita untuk terfokus dalam kehendak-Nya.

Keterbukaan kita dengan lawatan Roh Kudus membutuhkan kerelaan hati Anda untuk memberikan waktu-waktu berharga Anda kepada Roh Kudus. Saat semua orang masih tertidur lelab dalam suasana dinginnya pagi hari, Anda sudah harus bangun untuk bersekutu dengan Roh Kudus. Ketika semua istirahat makan siang di kantor Anda, Andapun dapat memberikan waktu keintiman dengan Roh Kudus. Waktu 10 menit sangatlah berharga bagi Anda bila Anda lewati dalam hadirat TUHAN ketika istirahat makan siang, setelah selesai makan duduklah tenang mulailah menyembah TUHAN-mu. Anda pasti akan merasakan suatu kekuatan yang berbeda menguasai kehidupanmu saat itu juga. Setelah selesai dari semua kegiatan Anda sepanjang hari, pasti Anda akan merasakan kelelahan tetapi berikanlah waktu Anda sebelum tidur untuk bersekutu dengan Roh Kudus, maka Anda akan merasakan suatu kekuatan yang baru memulihkan keletihan fisik dan ketegangan pikiranmu dengan semua masalah sepanjang hari serta Andapun akan menikmati ketenangan dalam hatimu.
H A L E L U Y A.

Anda mungkin telah dilahirkan dalam suatu keluarga Kristen. Sejak kecil sudah terbiasa dengan mengikuti ibadah dan melakukan semua sakramen ibadah. Namun, berbicara mengenai keintiman dengan Bapa Sorgawi tidak ada kaitannya dengan semua kegiatan agamawimu. Keintiman dengan Bapa berbicara tentang hubungan Anda yang sangat dekat dan bergaul dengan Bapa setiap saat dalam semua kondisi dan di setiap tempat di manapun Anda berada. Kemungkinan besar, hal ini merupakan sesuatu yang baru bagi Anda. Menurut para ahli jiwa, suatu kebiasaan baru perlu dilatih minimal 40 hari tanpa henti, setelah itu, Anda akan mulai terbiasa dengan doa pribadimu, membaca Alkitab dan membuat perenungan peribadi, hati dan mulut Anda mulai ringan untuk menyembah TUHAN. Dan sudah tentu roh Anda akan semakin menyala-nyala untuk terus membangun hubungan intim dengan Roh Kudus dan melayani TUHAN-mu yang hidup.

Tingkat pertama dalam keintiman Anda dengan Bapa Sorgawi disebut dengan ”Keintiman Reaktif.” Pada tingkat awal ini, Anda sementara diarahkan dan dilatih oleh Roh Kudus untuk membangun hubungan intim oleh karena adanya berbagai masalah-masalah yang terjadi silih berganti dalam kehidupan Anda. Ir. Eddy Leo, MTh., mengatakan, “Masalah adalah alat yang paling efektif yang digunakan TUHAN untuk membawa kita intim dengan-Nya.” Pada tahap ini merupakan suatu tahap yang sangat kritis bila Anda tidak berada dalam suatu komunitas atau dikelilingi orang-orang yang tepat yang dapat menguatkan dan meneguhkan Anda. Tekanan masalah demi masalah dapat membuat Anda mengambil keputusan untuk meninggalkan TUHAN, padahal semua masalah, tangangan kehidupan, penderitaan dan aniaya, sementara ada dalam pengendalian Roh Kudus untuk mengarahkan kehidupan Anda untuk mulai membangun hubungan intim dengan Bapa Sorgawi. Berhentilah menangisi masalahmu dan mengasihani diri Anda yang berada dalam masalah demi masalah tetapi mulailah berlutut dan mencari wajah Bapa Sorgawi, mulailah mengangat tanganmu sambil berlutut dan mulailah menyembah dan bersyukur kepada-Nya. Seringkali masalah dipakai TUHAN menjadi rotan bagi kita karena terlalu sibuknya kita bekerja dan melayani tanpa membangun hubungan pribadi yang intim dengan Bapa Sorgawi.

Tingkat kedua disebut ”Keintiman Aktif.” Setelah Anda berhasil memanfaatkan masalah-masalah yang dihadapi sebagai batu loncatan pemulihan keintiman hubungan Anda dengan Bapa Sorgawi, maka Anda tidak akan dilatih dan diarahkan Roh Kudus untuk terus membangun hubungan intim karena adanya masalah baru Anda mencari TUHAN tetapi Anda mulai menyadari keintiman dengan Bapa merupakan suatu kebutuhan Anda setiap hari. Seperti Anda harus makan dan minum, Anda harus bekerja dan mencari nafkah, Anda harus istirahat dan tidur, demikian juga Anda menyadari bahwa Anda harus membangun hubungan intim dengan Bapa Sorgawi. Anda akan merasakan bahwa bila tidak membangun hubungan intim dengan Bapa Sorgawi kehidupan Anda belum normal dan terasa masih kurang dalam perjalanan kehidupan dihari yang Anda lalui. Untuk itu mulailah sediakan satu jam khusus dengan Roh Kudus dan mulailah berkomunikasi dengan Bapa. Mulailah menyadari kehadiran Bapa setiap saat, disetiap tempat, dan dalam setiap keadaan. Mulailah menyembah TUHAN bukan saja dengan kata-kata pengagungan dan pujian tetapi mulailah berdoa dalam bahasa roh. Pada tingkat “Keintiman AktifAnda mulai kurang untuk mendoakan setiap masalah Anda tetapi Anda sementara dilatih Roh Kudus untuk menyadari kehadiran TUHAN setiap saat dan menyembah Dia. Jangan tunggu lama lagi sahabatku, berhentilah sejenak nikmati kehadiran-Nya dan mulailah menyembah Dia. H A L E L U Y A.

Roh Kudus pasti akan menuntun Anda untuk memasuki tingkat ke-tiga yang disebut “Keintiman Otomatis.” Dalam perjalan dari Tawiri menuju Sekolah Theologia Maluku di Kate-kate, saya sementara mengendarai sepeda motor, dan tiba-tiba saya diliputi oleh kuasa Roh Kudus yang sangat kuat sekali. Seketika itu juga, mulailah keluar kata-kata pujian dan penyembahan kepada TUHAN. Saya kemudian mulai berdoa dalam bahasa roh diatas sepeda motor saya, dan tidak disangka air mata saya kemudian mulai keluar. Wow, ada suatu kekuatan yang luar biasa saat itu yang masuk dalam diri saya, dan seketika itu juga hati saya penuh sukacita dan damai. Pada tingkat “Keintiman Otomatis”, Roh Kudus akan menguasai dan mengendalikan atau menyetir kehidupan Anda. Tidak peduli Anda dimana dan sementara melakukan pekerjaan Anda di kantor atau sementar berjualan di pasar, Anda akan merasakan adanya suatu kekuatan yang melonjak keluar dari dalam roh Anda, yang mendorong Anda untuk menyembah dan melakukan kehendak Bapa Sorgawi. Rasul Paulus dan Silas pernah dikendalaikan Roh Kudus untuk menyembah dan memuji TUHAN ketika mereka dipenjarakan dan seketika itu juga lawatan TUHAN yang khusus datang bagi mereka, semua penjara bergoncang sampai pintu penjara Paulus terbuka, bahkan rantai tangan dan kaki merekapun putus dan terbuka.

Sahabatku, jangan Anda puas dengan kekristenanmu dan janganlah bangga dengan memenuhi semua kewajiban agamawimu. Dan inilah waktunya agar Anda berhentilah menyalahkan orang lain atau menyalahkan dirimu, dan mulailah berlutut, mulailah mengangkat tanganmu saat ini, panggillah Roh Kudus, pasti Anda akan mengalami lawatan kasih Bapa Sorgawi saat ini juga!






Tanggung Jawab.

Sebagai manusia yang hidup, kita
diberikan kebebasan untuk memilih, dan
kita tidak bisa memindahkan tanggung
jawab kita untuk ditanggung oleh TUHAN
atau menyerahkannya pada alam.
Kita harus menanggungnya sendiri.
Semuanya terserah pada ktia!

Jumat, 29 Februari 2008

Kebutuhan Pertubumhan Kehidupan Anda.

Florescu adalah seorang hamba TUHAN yang mengalami siksaan yang sangat berat dalam sel tahanan oleh karena imannya kepada Yesus Kristus dan pemberitaan Injil Yesus Kristus. Tubuhnya penuh luka-luka bakar akibat besi panas yang ditancapkan di tubuhnya. Tidak terlewatkan, tubuhnya juga menjadi incaran santap makan tikus-tikus yang kelaparan disekitarnya. Ia terus disiksa dan dipaksa untuk menyangkal Yesus Kristus sebagai TUHAN dan Juru Selamatnya tetapi tidak sedikitpun kata-kata yang keluar dari mulutnya untuk menyangkal Yesus Kristus. Dalam situasi penderitaan tersebut, komunis kemudian membawa anaknya yang berumur 14 tahun dihadapannya kemudian anak itu dipukuli di depan bapanya. Tidak tahan Florescu dalam penderitaan fisik dan batinnya, dimana ia melihat anaknya Alexander dipukuli maka ia berteriak kepada anaknya yang sementara dipukuli, “Alexander! Aku harus mengatakan apa yang mereka kehendaki! Aku tak tahan lagi melihat engkau dipukuli!” Segera anak lelaki itu menjawab, “Bapa! Janganlah melakukan sesuatu yang tidak benar padaku dengan menjadi seorang penghianat sebagai orang tuaku. Bertahanlah! Bila mereka membunuhku, aku akan mati dengan kata-kata, ‘Yesus bagi tanah airku.’” Wow, sungguh menakjubkan pengalaman iman seorang bapa dan anaknya dalam ketekunan iman mereka untuk mengikuti Yesus Kristus sebagai TUHAN mereka dan Juru Selamat kehidupan mereka.

Di sisi yang lain pada saat ini, kita menjumpai ada banyak orang Kristen yang hidup terlepas dari penderitaan iman mereka tetapi ada banyak yang mengalami pertumbuhan tanpa aturan. Kelihatannya begitu rajin dan aktif melibatkan diri dalam berbagai aktifitas gerejani, namun masih begitu mudah menjadi lemah dan jatuh dalam dosa, menjalani kehidupan dalam kedagingan dan selalu memakai cara-cara duniawi dalam usahanya mewujudkan sesuatu yang diharapkannya. Sebenarnya inti dari masalah ini adalah mereka tidak mendapat kebutuhan yang paling mendasar dari sejak hari pertama mereka menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi mereka, atau pada saat mereka dilahirkan kembali yang lasimnya kita mengatakan pada saat mereka bertobat. Sama seperti seorang anak yang baru dilahirkan oleh ibunya, selain kebutuhan-kebutuhan lahiriahnya, ia juga sangat membutuhkan sebuah keluarga yang dapat mengayomi dan mendidik dirinya dengan baik. Tanpa kehadiran seorang bapa dan ibu yang dapat ia teladani serta terus menanamkan nilai-nilai kehidupan maka ia akan bertumbuh sebagai seorang anak yang liar dan sulit untuk dibina. Saat Gereja TUHAN difungsikan sebagai suatu keluarga rohani, orang-orang percaya akan menjadi jauh lebih mudah mengalami pertumbuhan dan kedewasaan dalam roh mereka karena mereka merasa memiliki sepasang orang tua rohani yang dapat mereka teladani dan sekaligus mengajarkan mereka tentang prinsip-prinsip kehidupan dalam Tuhan Yesus Kristus. Semua manusia membutuhkan keluarga dan komintas Gereja TUHAN dimana Anda berada saat ini adalah suatu keluarga Allah.

Kebutuhan mendasar setiap kita adalah:

Pertama; Kita perlu mengenal Bapa melalui doa dan penyembahan.
Pengenalan yang benar akan Bapa kita di Sorga membuat kita memiliki hati yang aman dan tenang. Itu sebabnya semasa pelayanan Yesus Kristus di bumi, Ia beberapa kali berusaha memperkenalkan Bapa di Sorga dengan cara Ia mengatakan, "...Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.” (Yohanes 14:9) Lihatlah saudaraku, ditengah kesibukan pelayanan Yesus Kristus, Ia selalu memperkenalkan Bapa-Nya di Sorga karena Yesus-pun tahu bahwa kita manusia membutuhkan bapa. Dan cara yang terbaik untuk mengenal Bapa kita di Sorga adalah kita menyatukan roh kita dengan Roh Kudus yang adalah Roh Bapa dari Sorga (Lukas 11:13; Yohanes 14:26), melalui doa dan penyembahan kita, seperti yang dikatakan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 6:17 “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Roh Kudus berasal dari hati Bapa, bila Ia ada dalam kehidupan Anda maka Anda akan merasa tenang karena ada Bapa di Sorga bersama hidupmu.

Namun, seringkali realitas kehidupan berbicara lain kepada kita karena justru sebaliknya ada begitu banyak anak-anak yang mengatakan, “kami tidak membutuhkan bapa!” Hal ini diakibatkan karena mereka mengalami pengalaman buruk semasa kecil mereka untuk mengenal bapa mereka. Mereka kehilangan kasih bapa sejak kecil, yang mereka temukan hanyalah kasih seorang ibu yang membesarkan mereka dengan segala keterbatasnnya. Pengalaman pahit ini bila terjadi bagi seorang anak laki-laki maka dia akan bertumbuh dalam kekerasan dan sejarahpun dapat terulang bila ia membangun kehidupan rumah tangga. Pengalaman kehilangan kasih bapa ini bila dialami oleh seorang anak perempuan maka karakternya akan terbentuk untuk tidak menyukai laki-laki. Ia mungkin memiliki teman laki-laki tetapi tidak akan mau dekat apatah lagi pacaran dan menikah.

Camkanlah hal ini jemaat TUHAN, diluar sana ada banyak sekali anak-anak yang kehilangan kasih bapa dan mereka membutuhkan pelukan bapa untuk memudahkan mereka memahami hati Bapa di Sorga. Maleakhi 4:5-6 mengatakan, “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.” Telah sekian lama Bapa di Sorga mempercayakan saya dalam pelayanan untuk membapai semua saudara, tetapi harus diakui ada banyak keterbatasan rangkulan kasih yang tidak semua Anda dapatkan, dan masih terbatasnya perhatian kasih yang diberikan bagi saudara semua. Melalui kuasa penumpangan tangan pelayanan pembapaan dipercayakan juga bagi para Penatua Jemaat. Walaupun mereka tidak memiliki jabatan bapa dalam pelayanan ini namun mereka telah memiliki pengurapan bapa untuk membapai saudara.

Kedua, kita membutuhkan persekutuan keluarga yang memiliki dinamika Roh dan konsep pikir yang sama. Pastor Steven Agustinus mengatakan, “saat kita membangun persekutuan dengan orang-orang percaya yang memiliki DNA rohani yang sama, maka kualitas hidup kita akan dapat terus ditingkatkan.” Rasul Yohanes mengatakan dalam 1 Yohanes 1:3, “Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.” Dapatkah Anda bayangkan bila Anda diberikan kesempatan untuk ada dalam suatu persekutuan doa dan penyembahan bersama Rasul Yohanes? Pasti Anda akan mengalami suatu terobosan iman yang luar biasa. Barangkali juga diberikan kesempatan bersekutu dengan Rasul Petrus dan Rasul Paulus, saya percaya Anda pasti akan segera menerima pengurapan rasuli yang penuh dengan semangat penginjilan dan pemuridan! Tetapi sebaliknya bagaimana keadaan hidup Anda saat ini bila Anda tidak pernah mau datang dan bersekutu di Victorious FA dan hanya menyisikan 1 hari dalam 1 minggu untuk datang menyembah TUHAN sesudah itu 6 hari lainnya Anda bergaul dan bersekutu atau berada disekitar lingkungan para pencemooh, pemabuk, penjudi, perampok, pembunuh dan pencuri, pasti keadaan hidup Anda tidak jauh beda dengan mereka! Dan yang pasti Anda akan mengalami kemerosotan rohani yang sangat mendalam. Penulis Amsal 26:4 mengatakan, “Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia.” Dalam persekutuan Victorious Family Altar, Anda dapat bertumbuh melalui pengajaran-pengajaran Firman Allah dan kesaksian pengalaman hidup saudara-saudara seimanmu. Demikian juga Anda dapat berinteraksi dan memanefistasikan kuasa Roh Kudus, serta diarahkan dan dibina dalam dekapan kasih bapa.

Jadi, sahabatku tak dapat dielakkan kita semua membutuhkan kasih bapa dan keluarga agar kita mengalami terobosan pertumbuhan rohani. H A L E L U Y A`



Rabu, 20 Februari 2008

Sikap Menentuk Cara Perspektif Anda.

Sikap Menentukan Cara Pandang.

Saya sempat dikejutkan, ketika saya pergi membeli roti yang lasimnya saya memakannya untuk sarapan pagi, saya tidak menemukannya beberapa hari. Selang beberapa hari kemudian saya akhirnya menemukan roti tersebut tetapi harga roti tersebut sudah naik harganya. Hal ini terjadi karena naiknya juga harga terigu. Wow... Semuanya melonjak harganya.
Ditengah situasi demikian apakah kita sanggup untuk mengucap syukur? Apabila sesuatu yang kita inginkan ternyata sulit untuk dijangkau. Masikah kita dapat mengucap syukur? Bila sesuatu yang kita harapkan tidak terjadi sesuai keinginan kita.
Hugs Downs mengatakan, “Orang yang berbahagia bukanlah orang yang ditentukan oleh situasi disekitarnya, tetapi orang yang memiliki sikap.” Dalam perjalanan penginjilan Yesus Kristus di masa hidup-Nya di bumi ini, telah memberikan pengaruh yang sangat luar biasa pada abad I. Mukjizat keselamatan dan kesembuhan yang dilakukan oleh-Nya, membuat semua mata tertuju bagi Tuhan Yesus Kristus. Matius 14:13-20 memberikan kesaksian, bahwa tanpa rasa takut sedikitpun, ketika hukuman pancung kepala diberikan bagi Yohanes pembaptis, ribuan orang berusaha bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus, padahal Yesus Kristus telah menghindari mereka. Matius 14:13 mengatakan, “Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.” Sungguh suatu tindakan yang sangat berani yang dilakukan oleh gerombolan masa tersebut. Mereka tidak peduli tindakkan pemerintah yang telah mengambil keputusan secara arogansi untuk memancung kepala Yohanes pembaptis. Mereka menelusuri jalan kota-kota untuk bertemu Yesus Kristus tanpa ada rasa kuatir, bahwa hidup mereka dapat berakhir dengan cara yang sama dengan Yohanes pembaptis. Tetapi mereka dengan penuh semangat berjalan mencari Yesus Kristus.
William Blake mengatakan, “Samar-samarnya jendela kehidupan jiwa ini mengubah bentuk surga dari kutub ke kutub dan memimpin Anda untuk percaya akan sebuah kebohongan ketika Anda melihatnya bukan dengan mata.” Seringkali masalah-masalah yang datang silih berganti dalam kehidupan kita menahan langkah kita untuk terus mengikuti Yesus Kristus dan menemukannya serta menyaksikan perbuatan mukjizat-Nya yang ajaib dalam setiap pergumulan masalah kita. Pandangan kita menjadi samar-samar untuk melihat besarnya kasih karunia-Nya yang cukup bagi kita! Selaput masalah lebih besar menyelubungi pandangan kita untuk melihat Yesus Kristus. Seringkali dalam keadaan demikian kita akan menjadi pesimis dengan kehidupan ini, serta tidak lagi sanggup untuk mengucap syukur, dan bila kita tidak memperbaiki diri kita dalam doa dan merenungkan Firman TUHAN maka disitulah titik awal kejatuhan kita! Sebenarnya kita tidak melihat dengan mata tetapi melihat dengan otak dan sikap kitalah yang akan mengartikan dan menilai suatu peristiwa yang terjadi, kemudian barulah kita mangambil makna serta keputusan sebagai bentuk tanggapan kita.
Pandangan ribuan orang tidaklah dikaburkan dengan peristiwa Yohanes pembaptis yang dibunuh saat itu. Pikiran mereka masih terfokus pada Yesus Kristus yang telah melakukan banyak sekali mukjizat-mukjizat kesembuhan dan keselamatan. Langkah kaki mereka terus berjalan mencari Yesus Kristus dan mereka menemukan-Nya, bahkan lebih dari itu apa yang mereka harapkan menjadi kenyataan. Matius 14:14 mengatakan, “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Ingatlah ini sahabatku, Sikap Anda menentukan sikap hati Tuhan Yesus Kristus untuk bertindak menolong Anda!” Anda tidak akan pernah melihat mukjizat TUHAN, bila sikap hati Anda tetap pesimis dan membiarkan selaput masalah itu menyelubungi pandangan hidup Anda! Walaupun Tuhan Yesus Kristus telah menyatakan belas kasihan-Nya bagi mereka, sehingga apa yang mereka harapkan menjadi kenyataan namun tidak seorangpun diantara mereka yang beranjak pulang meninggalkan Yesus Kristus, padahal hari telah menjelang malam. Melihat situasi dan keadaan tersebut, murid-murid Yesus Kristus berpikir, “kita ada dalam masalah besar!” Kemudian mereka mengatakan kepada Yesus Kristus, (Matius 14:15)“ "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." Bukankah seringkali masalah perut menjadi suatu masalah besar bagi kita semua? Kita mulai egois memikirkan diri kita lebih dari orang lain, sebenarnya inilah sikap hati dari murid-murid TUHAN, yaitu mereka tidak berani berbuat sesuatu kepada ribuan masa. Masalah membutakan sikap hati mereka untuk tetap optimis mengharapkan mukjizat dari Tuhan Yesus Kristus. Berbeda dengan sikap Yesus Kristus dalam masalah tersebut. Rasul Yohanes mencatat sikap hati Yesus Kristus dalam peristiwa yang sama pada Yohanes 6:5 Ia mengatakan, “...berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Yesus Kristus sengaja menanyakan hal tersebut kepada murid-Nya. Ternyata sikap hati Filipus sangatlah pesimis, ia mengatakan dalam Yohanes 6:7, “Jawab Filipus kepada-Nya: ‘Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.’" Philip Baker mengatakan, “Menurut saya, hidup adalah bagaimana kita dapat melihat perbedaan. Sama seperti gelas yang setengah penuh dan setengah kosong pada waktu yang sama.” Dalam waktu yang bersamaan Filipus melihat setengah gelas yang kosong tetapi berbeda dengan Andreas, sikap hatinya yang optismis membuat ia melihat bukan setengah gelas yang kosong tetapi ia melihat setengah gelas yang penuh! Sikap optimis Andreas inilah yang memotovasi langkah hidupnya untuk membawa lima roti dan dua ekor ikan kepada Tuhan Yesus Kristus, sehingga ia melihat mukjizat bahkan bukan Andreas saja tetapi ribuan orang menikmati mukjizat makanan saat itu. Camkanlah hal ini sahabatku, “sikap hati Anda yang optimis bagi orang lain menentukan mukjizat TUHAN dapat terjadi bagi orang lain dan bagi Anda juga!” Anda dan saya sebagai makhluk sosial yang tidak hidup seorang diri dalam dunia ini, ada begitu banyak orang disekitar kita yang sementara pesimis dan putus asa dalam kehidupan mereka dan sementara menantikan mukjizat TUHAN. Anda mungkin melihat masalah Anda begitu berat dan sulit ditangani namun inilah faktanya seringkali TUHAN mengijinkannya agar Anda menentukan sikap hati yang benar bagi orang lain. Sikap hati Anda yang benar menentukan mukjizat TUHAN dapat menjadi nyata bagi mereka.
Jadilah bijaksana, masalah Andreas terpecahkan, sekaligus masalah banyak orang juga terpecahkan. Sikap hati yang egois dan mengasihani diri sendiri dalam pergumulan masalah kita seringkali menghalangi kuasa mukjizat TUHAN berlaku bagi kita sendiri.
Tetapi pada saat kita melihat pergumulan orang lain maka dua masalah dapat terpecahkan! Amin! Inilah kenyataannya sahabatku, Tuhan Yesus Kristus sangat mempedulikan kehidupan kita lebih dari masalah yang kita hadapi, namun sikap hati Anda yang benar sangatlah berpengaruh besar terhadap kuasa Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus menjadi nyata dalam kehidupanmu. Amin.

Where are you?

My World Visitor Profile Map