You Are Enter To "The ZONE of CHANGE'S"

Every Thing's Can Be Change's, So You Can Be Change's Also
To Be The Best!

Perubahan Bukanlah Sesuatu Yang Mungkin Bagi Anda,
Perubahan Adalah Sesuatu Yang Pasti Dari Allah Untuk Anda!











Rabu, 20 Februari 2008

Sikap Menentuk Cara Perspektif Anda.

Sikap Menentukan Cara Pandang.

Saya sempat dikejutkan, ketika saya pergi membeli roti yang lasimnya saya memakannya untuk sarapan pagi, saya tidak menemukannya beberapa hari. Selang beberapa hari kemudian saya akhirnya menemukan roti tersebut tetapi harga roti tersebut sudah naik harganya. Hal ini terjadi karena naiknya juga harga terigu. Wow... Semuanya melonjak harganya.
Ditengah situasi demikian apakah kita sanggup untuk mengucap syukur? Apabila sesuatu yang kita inginkan ternyata sulit untuk dijangkau. Masikah kita dapat mengucap syukur? Bila sesuatu yang kita harapkan tidak terjadi sesuai keinginan kita.
Hugs Downs mengatakan, “Orang yang berbahagia bukanlah orang yang ditentukan oleh situasi disekitarnya, tetapi orang yang memiliki sikap.” Dalam perjalanan penginjilan Yesus Kristus di masa hidup-Nya di bumi ini, telah memberikan pengaruh yang sangat luar biasa pada abad I. Mukjizat keselamatan dan kesembuhan yang dilakukan oleh-Nya, membuat semua mata tertuju bagi Tuhan Yesus Kristus. Matius 14:13-20 memberikan kesaksian, bahwa tanpa rasa takut sedikitpun, ketika hukuman pancung kepala diberikan bagi Yohanes pembaptis, ribuan orang berusaha bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus, padahal Yesus Kristus telah menghindari mereka. Matius 14:13 mengatakan, “Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.” Sungguh suatu tindakan yang sangat berani yang dilakukan oleh gerombolan masa tersebut. Mereka tidak peduli tindakkan pemerintah yang telah mengambil keputusan secara arogansi untuk memancung kepala Yohanes pembaptis. Mereka menelusuri jalan kota-kota untuk bertemu Yesus Kristus tanpa ada rasa kuatir, bahwa hidup mereka dapat berakhir dengan cara yang sama dengan Yohanes pembaptis. Tetapi mereka dengan penuh semangat berjalan mencari Yesus Kristus.
William Blake mengatakan, “Samar-samarnya jendela kehidupan jiwa ini mengubah bentuk surga dari kutub ke kutub dan memimpin Anda untuk percaya akan sebuah kebohongan ketika Anda melihatnya bukan dengan mata.” Seringkali masalah-masalah yang datang silih berganti dalam kehidupan kita menahan langkah kita untuk terus mengikuti Yesus Kristus dan menemukannya serta menyaksikan perbuatan mukjizat-Nya yang ajaib dalam setiap pergumulan masalah kita. Pandangan kita menjadi samar-samar untuk melihat besarnya kasih karunia-Nya yang cukup bagi kita! Selaput masalah lebih besar menyelubungi pandangan kita untuk melihat Yesus Kristus. Seringkali dalam keadaan demikian kita akan menjadi pesimis dengan kehidupan ini, serta tidak lagi sanggup untuk mengucap syukur, dan bila kita tidak memperbaiki diri kita dalam doa dan merenungkan Firman TUHAN maka disitulah titik awal kejatuhan kita! Sebenarnya kita tidak melihat dengan mata tetapi melihat dengan otak dan sikap kitalah yang akan mengartikan dan menilai suatu peristiwa yang terjadi, kemudian barulah kita mangambil makna serta keputusan sebagai bentuk tanggapan kita.
Pandangan ribuan orang tidaklah dikaburkan dengan peristiwa Yohanes pembaptis yang dibunuh saat itu. Pikiran mereka masih terfokus pada Yesus Kristus yang telah melakukan banyak sekali mukjizat-mukjizat kesembuhan dan keselamatan. Langkah kaki mereka terus berjalan mencari Yesus Kristus dan mereka menemukan-Nya, bahkan lebih dari itu apa yang mereka harapkan menjadi kenyataan. Matius 14:14 mengatakan, “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Ingatlah ini sahabatku, Sikap Anda menentukan sikap hati Tuhan Yesus Kristus untuk bertindak menolong Anda!” Anda tidak akan pernah melihat mukjizat TUHAN, bila sikap hati Anda tetap pesimis dan membiarkan selaput masalah itu menyelubungi pandangan hidup Anda! Walaupun Tuhan Yesus Kristus telah menyatakan belas kasihan-Nya bagi mereka, sehingga apa yang mereka harapkan menjadi kenyataan namun tidak seorangpun diantara mereka yang beranjak pulang meninggalkan Yesus Kristus, padahal hari telah menjelang malam. Melihat situasi dan keadaan tersebut, murid-murid Yesus Kristus berpikir, “kita ada dalam masalah besar!” Kemudian mereka mengatakan kepada Yesus Kristus, (Matius 14:15)“ "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." Bukankah seringkali masalah perut menjadi suatu masalah besar bagi kita semua? Kita mulai egois memikirkan diri kita lebih dari orang lain, sebenarnya inilah sikap hati dari murid-murid TUHAN, yaitu mereka tidak berani berbuat sesuatu kepada ribuan masa. Masalah membutakan sikap hati mereka untuk tetap optimis mengharapkan mukjizat dari Tuhan Yesus Kristus. Berbeda dengan sikap Yesus Kristus dalam masalah tersebut. Rasul Yohanes mencatat sikap hati Yesus Kristus dalam peristiwa yang sama pada Yohanes 6:5 Ia mengatakan, “...berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Yesus Kristus sengaja menanyakan hal tersebut kepada murid-Nya. Ternyata sikap hati Filipus sangatlah pesimis, ia mengatakan dalam Yohanes 6:7, “Jawab Filipus kepada-Nya: ‘Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.’" Philip Baker mengatakan, “Menurut saya, hidup adalah bagaimana kita dapat melihat perbedaan. Sama seperti gelas yang setengah penuh dan setengah kosong pada waktu yang sama.” Dalam waktu yang bersamaan Filipus melihat setengah gelas yang kosong tetapi berbeda dengan Andreas, sikap hatinya yang optismis membuat ia melihat bukan setengah gelas yang kosong tetapi ia melihat setengah gelas yang penuh! Sikap optimis Andreas inilah yang memotovasi langkah hidupnya untuk membawa lima roti dan dua ekor ikan kepada Tuhan Yesus Kristus, sehingga ia melihat mukjizat bahkan bukan Andreas saja tetapi ribuan orang menikmati mukjizat makanan saat itu. Camkanlah hal ini sahabatku, “sikap hati Anda yang optimis bagi orang lain menentukan mukjizat TUHAN dapat terjadi bagi orang lain dan bagi Anda juga!” Anda dan saya sebagai makhluk sosial yang tidak hidup seorang diri dalam dunia ini, ada begitu banyak orang disekitar kita yang sementara pesimis dan putus asa dalam kehidupan mereka dan sementara menantikan mukjizat TUHAN. Anda mungkin melihat masalah Anda begitu berat dan sulit ditangani namun inilah faktanya seringkali TUHAN mengijinkannya agar Anda menentukan sikap hati yang benar bagi orang lain. Sikap hati Anda yang benar menentukan mukjizat TUHAN dapat menjadi nyata bagi mereka.
Jadilah bijaksana, masalah Andreas terpecahkan, sekaligus masalah banyak orang juga terpecahkan. Sikap hati yang egois dan mengasihani diri sendiri dalam pergumulan masalah kita seringkali menghalangi kuasa mukjizat TUHAN berlaku bagi kita sendiri.
Tetapi pada saat kita melihat pergumulan orang lain maka dua masalah dapat terpecahkan! Amin! Inilah kenyataannya sahabatku, Tuhan Yesus Kristus sangat mempedulikan kehidupan kita lebih dari masalah yang kita hadapi, namun sikap hati Anda yang benar sangatlah berpengaruh besar terhadap kuasa Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus menjadi nyata dalam kehidupanmu. Amin.

Tidak ada komentar:

Where are you?

My World Visitor Profile Map