You Are Enter To "The ZONE of CHANGE'S"

Every Thing's Can Be Change's, So You Can Be Change's Also
To Be The Best!

Perubahan Bukanlah Sesuatu Yang Mungkin Bagi Anda,
Perubahan Adalah Sesuatu Yang Pasti Dari Allah Untuk Anda!











Minggu, 06 Juni 2010

KESABARAN (bagian ke-dua).

Mental Tahan Uji Menghasilkan KETABAHAN.
(Bagian Ke-Dua)

(Lihat Bagian Pertama "Mental Tahan Uji Menghasilkan Karakter Tidak Tergesa-gesa")











Kesabaran adalah suatu kekuatan jiwa yang membuat seseorang tahan uji dalam menghadapi berbagai proses pergumulan kehidupan yang berat, sehingga membentuk karakter yang tabah, tenang, tidak tergesa-gesa dan tidak mudah patah hati!

Minggu 30 Mei 2010, telah kita pelajari bersama pengertian kesebaran yang pertama adalah mental tahan uji yang menghasilkan karakter yang tidak tergesa-gesa. Kita akan melanjutkan pembelajaran dari Firman TUHAN untuk memahami kesabaran adalah suatu kekuatan jiwa yang membuat seseorang tahan uji dalam menghadapi berbagai proses pergumulan kehidupan yang berat, sehingga membentuk karakter yang tabah.

Pengertian ke-dua tentang kesabaran adalah mental tahan uji yang menghasilkan karakter yang 'TABAH'. Ketika Musa mempersiapkan 12 prajurit pasukan Allah untuk pergi mengintai Tanah Kanaan, ia memberikan nasehat, “Tabahkanlah hatimu...” (Bilangan 13:20). Kata ‘Tabah’ berasal dari akar kata Ibr. ‘Chazaq’ diartikan dalam bahasa Inggris ‘Courage’ dalam bahasa Indonesia ‘Keberanian’ atau ‘Keteguhan hati’. Suatu pelajaran yang menarik dalam peristiwa ini. Musa menasehati ke-dua belas pasukan Allah untuk agar mereka tabah, yaitu agar mereka tetap memiliki keberanian walaupun mereka hidup selama kurang lebih 40 hari lamanya diantara bangsa Kanaan. Musa menguatkan mereka agar mereka tetap memiliki hati yang teguh, pendirian yang teguh atau memiliki prinsip yang kuat ketika mereka mengamati keadaan disekitar Kanaan. Namun, hasil kenyataannya 10 orang pengintai, ketika mereka pulang, mereka tidak memiliki hati yang tabah, tidak memiliki keberanian untuk menyerang, mereka akhirnya kehilangan pendirian mereka untuk merealisasikan rencana TUHAN bagi mereka untuk menguasai Kanaan!

Cermatilah Jemaat TUHAN, kesabaran diperoleh melalui proses ujian hidup yang menghasilkan ketabahan dalam menghadapi setiap tantangan dalam realitas kehidupan. Seorang yang sabar adalah seorang yang tabah dalam menghadapi setiap pergumulan kehidupan dengan sikap hati yang penuh keberanian untuk hidup sesuai dengan rencana TUHAN, walaupun ia akan diperhadapkan dengan berbagai resiko penolakkan. Memang tidaklah mudah bagi Kaleb dan Yosua untuk berhadapan dengan 10 orang pengintai lainnya yang telah membiarkan ketakutan menguasai hati mereka dan menghasut seluruh bangsa Israel untuk tidak merebut Kanaan. Tetapi dalam situasi penolakkan demikian kaleb dan Yosua memiliki kesabaran untuk menghadapi mereka dengan sikap hati yang tabah dalam konflik internal tersebut, Kaleb menyatakan sikap hatinya yang penuh keberanian untuk merebut dan menduduki Kanaan, seperti yang tertulis dalam Bilangan 13:30Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!

Seorang yang sabar adalah adalah seorang yang tabah dalam menghadapi setiap pergumulan kehidupan dengan sikap pendirian hidupnya untuk berpegang teguh pada sesuatu yang diyakininya, dengan tidak memperdulikan realitas kehidupan yang bertentangan dari pengharapannya! Yosua sebagai salah satu dari pasukan pengintai tersebut, dengan sabar ia menghadapi hasutan negatif dari 10 pengintai lainnya untuk tidak merebut Kanaan. Ketabahan hatinya dalam menghadapi situasi tersebut dinyatakan dengan sikap hatinya yang berpegang teguh pada rencana TUHAN.

Situasi konflik tersebut membuat Musa dan Harun tidak dapat berkata-kata lagi dan mereka hanya sujud di depan seluruh bangsa Israel, tetapi Yosua dan Kaleb segera mengoyakkan pakaiannya sambil berkata, “Janganlah memberontak kepada TUHAN dan janganlah takut!...” (Bilangan 13:5-9)
Situasi tiba-tiba menjadi kacau dan tidak terkendalikan melihat sikap demonstratif dari Yosua dan Kaleb, mereka bukannya mendapat dukungan melainkan sebaliknya, mereka mendapat perlawanan keras karena segenap umat Israel akan melempar mereka berdua dengan batu. Tetapi lihatlah pembelaan TUHAN bagi orang yang berhasil keluar dari sebuah proses api pengujian kesabaran; Bilangan 14:10bTetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel!” Kemuliaan TUHAN ini menyatakan pembelaan TUHAN bagi Yosua dan Kaleb! Mazmur 103:8 mengatakan, “TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.” HALELUYA...

Setelah berakhirnya pemerintahan raja Asa, anaknya Yosafat menggantikannya. II Tawarikh 17:6 memberikan informasi kepemimpinan Yosafat, “Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala.” Penggunaan kata ‘Tabah’ yang berasal dari akar kata Ibrani ‘Gabahh’ menerangkan sikap hati yang BANGGA hidup di jalan TUHAN. New American Standard Version mengatakan, “ And he took great pride in the ways of the LORD and again removed the high places and the Asherim from Judah.” Dan memanglah demikian Yosafat begitu bangga dengan TUHAN yang ia yakini dan ia sembah, karena TUHAN telah menyelamatkannya dari mata busur panah bangsa Aram dan pedang lawannya itu yang telah mengepungnya (2Tawarikh 18:31).

Peristiwa tersebut terjadi karena menjadi besannya raja Ahab yang mengajaknya untuk pergi ke Ramot-Gilead untuk bertempur bersama melawan bangsa Aram. 400 nabi yang ada bersama Ahab telah memberikan dukungan profetis untuk ia pergi menyerang karena TUHAN telah menyerahkan bangsa Aram ke dalam tangan Ahab. Tetapi Yosafat bertanya kepada Ahab, “apakah masih ada satu nabi lagi?” Dan Ahab memanggil nabi Mikha yang selalu menyampaikan hal yang bertentangan dengan hatinya. Dan ketika Mikha ditanya oleh Ahab, ia mengatakan bahwa Ahab akan mati bila pergi bertempur melawan Aram. Ahab sangat marah karena Mikha menyampaikan pesan profetis yang berbeda dengan 400 nabi lainnya. Mikha kemudian menjelaskan bahwa TUHAN telah mengutus ‘roh dusta’ (2 Tawarikh 18:20-22) ke dalam 400 nabi tersebut agar menyampaikan pesan kenabian yang salah, sehingga Ahab akan pergi bertempur dan mati! Tiba-tiba nabi Zeekia bin Kenaana menampar pipi Mikha karena mengatakan 400 nabi tersebut telah diurapi dengan roh dusta. Mikha ahirnya dipenjarakan. Ahab dan Yosafat pergi bertempur melawan Aram. Dan Ahab menyuruh Yosafat untuk mengenakan bajunya sehingga bangsa Aram berpikir Yosafat itulah Ahab, ketika mereka mengepung Yosafat, ia segera berteriak dan TUHAN menolongnya, TUHAN membujuk pasukan Aram untuk pergi meninggalkan Yosafat. Tetapi nasib malang terjadi bagi Ahab, walaupun ia mengenakan pakaian prajurit untuk menyamar, namun ia tidak bisa menyamar dari TUHAN, sehingga anak panah liar musuh kena disela-sela baju zirahnya. Haleluya.... Terpujlah TUHAN yang telah menyelamatkan orang yang tetap tabah untuk untuk dalam jalan TUHAN! Mazmur 9:4 mengatakan, “sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu.” Haleluya....

Penggunaan kata ‘Tabah’ yang berasal dari akar kata Ibrani ‘Gabahh’ menerangkan juga suasana hati yang penuh dengan SUKACITA untuk hidup di jalan TUHAN! NKJ version menulis 2 Tawarikh 17:6And his heart took delight in the ways of the LORD; moreover he removed the high places and wooden images from Judah.” Sukacita yang dimiliki oleh Yosafat untuk hidup di jalan TUHAN bukanlah sebagai suatu akibat karena ia hidup di jalan TUHAN tetapi karena ia penuh dengan sukacita untuk hidup di jalan TUHAN. Dengan kata lain bahwa ia suka hidup di jalan TUHAN, ia senang sekali untuk hidup di jalan TUHAN.

Dan ternyata Yosafat memang mengalami sukacita untuk hidup di jalan TUHAN karena TUHAN memberkatinya dengan sangat luar biasa, bahkan orang-orang Filistin datang membawa upeti kepadanya dan TUHAN membuatnya sangat diberkati dan sangat terhormat! (2Tawarikh 17:11; 18:1) Haleluya.... Terpujilah TUHAN yang selalu menyatakan rahmat, kasih setia dan kasih karuniaNya yang melimpah bagi orang yang mau “Tabah” untuk tetap hidup dalam jalan-jalanNya! TUHAN pasti membela!

Sahabatku, dalam suatu pertemuan acara “Power of Character” ada pertanyaan yang ditujukan kepada Jakoep Ezra sebagai salah satu pembicara: “ Sebatas manakah ujian menjadi sebuah ukuran bahwa kita adalah orang-orang yang tabah?Jakoep Ezra menjawab: “Saya tanya kembali, kapan emas itu 24 karat? Ketika dipanaskan! Ketika dia tidak bercampur dengan unsur lain. Emas ada yang hanya 12 karat, karena yang 12 lainnya itu dicampur dengan tembaga, kalau 24 karat itu berarti murni emas itu sendiri. Kapan kita itu disebut sudah menghasilkan buah ketabahan, yaitu ketika ujian-ujian yang menimpa hidup kita sudah kita lewati dengan baik. Ketika kita sudah digodok atau dipanasin!




"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan,
sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima
mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada
barangsiapa yang mengasihi Dia."
Yakobus 1:12


Perubahan bukanlah sesuatu
yang mungkin bagi Anda,
perubahan adalah sesuatu yang
pasti bagi Allah untuk Anda!

Salam Perubahan Sahabatku,
“CHANGE, Yes We Can!”

Tidak ada komentar:

Where are you?

My World Visitor Profile Map